Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Oktober 2024 | 16.48 WIB

Benarkah Merokok Bisa Memicu Timbulnya Jerawat? Berikut Penjelasan Lengkapnya, Menurut Penelitian

Ilustrasi merokok yang dapat memicu timbulnya jerawat./freepik - Image

Ilustrasi merokok yang dapat memicu timbulnya jerawat./freepik

JawaPos.com - Jerawat sering kali menjadi masalah kulit yang membuat frustrasi, yang tidak hanya dapat memengaruhi penampilan tetapi juga rasa percaya diri seseorang.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat, termasuk hormon, kebersihan, pola makan, dan lain sebagainya.

Namun, salah satu penyebab yang kurang diperhatikan adalah kebiasaan merokok dan hal ini sering kali menimbulkan pertanyaan yang sering muncul, yakni "benarkah merokok bisa memicu timbulnya jerawat?"

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci apakah merokok bisa menimbulkan jerawat dan bagaimana merokok dapat memicu timbulnya jerawat, berdasarkan temuan penelitian yang ada.

Dilansir dari laman Ninja Skincare pada Rabu (2/10), merokok memang dapat menyebabkan jerawat, meskipun pada awalnya hubungan antara merokok dan jerawat hanya berupa spekulasi.

Namun, berbagai penelitian telah mengonfirmasi bahwa merokok bisa memicu munculnya jerawat, terutama jenis jerawat non-inflamasi, seperti komedo dan pori-pori tersumbat.

Studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di San Gallicano Dermatological Institute di Italia menemukan bahwa perokok lebih rentan terhadap jerawat dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Dalam penelitian tersebut, 42% perokok melaporkan bahwa mereka mengalami masalah jerawat, sementara hanya 10% dari non-perokok yang menghadapi masalah serupa.

Angka ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dan menjadi bukti kuat bahwa merokok berdampak langsung pada kondisi kulit.

Ketika seseorang merokok, zat-zat kimia berbahaya dari rokok, termasuk nikotin, masuk ke dalam paru-paru dan kemudian diserap ke dalam aliran darah.

Zat-zat ini kemudian dikeluarkan melalui kelenjar minyak di kulit, yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Iritasi ini memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel kulit di area yang terkena.

Semakin banyak sel kulit yang diproduksi, semakin tinggi pula kemungkinan pori-pori akan tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang menumpuk di folikel rambut.

Inilah yang menyebabkan terbentuknya jerawat, baik dalam bentuk komedo hitam maupun komedo putih.

Selain itu, nikotin dalam rokok juga memiliki efek negatif lain terhadap kulit. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah, yang dapat mengurangi aliran darah ke kulit.

Akibatnya, kulit akan menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan dan elastisitas kulit. Hal inilah yang membuat kulit terlihat kusam, pucat, dan kurang bercahaya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore