Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 15.52 WIB

Berdasarkan Penelitian Psikologi: 7 Sifat Ini Akan Tumbuh pada Anak yang Kehilangan Peran Seorang Ayah

Ilustrasi  peran  ayah untuk anak perempuan. (Pixabay) - Image

Ilustrasi peran ayah untuk anak perempuan. (Pixabay)

JawaPos.Com - Peran seorang ayah dalam kehidupan anak lebih dari sekadar figur orang tua yang memberikan nafkah.

Sosok ayah, tak kalah memainkan peran penting dalam perkembangan psikologis dan emosional anak.

Kehadiran ayah tidak hanya memberikan rasa aman dan stabilitas, tetapi juga membentuk fondasi kepercayaan diri, identitas, dan relasi sosial anak.

Lantas, bagaimana jika seorang anak kehilangan peran ayah, baik karena perceraian, kematian, atau ketidakhadiran fisik maupun emosional?

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kehilangan peran ayah dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan seorang anak, mulai dari cara mereka berhubungan dengan orang lain hingga bagaimana mereka melihat dunia di sekitar mereka.

Anak-anak yang tumbuh tanpa peran ayah cenderung mengembangkan sifat-sifat tertentu yang dapat memengaruhi kepribadian dan perilaku mereka di masa depan.

Berdasarkan beberapa jurnal penelitian, inilah tujuh sifat ini cenderung tumbuh pada anak yang kehilangan figur ayah, berdasarkan penelitian psikologi.

1. Kesulitan dalam Membangun Kepercayaan

Salah satu sifat yang sering muncul pada anak yang kehilangan peran ayah adalah kesulitan dalam membangun kepercayaan dengan orang lain.

Ayah, sebagai figur yang biasanya menyediakan rasa aman dan stabilitas, berperan besar dalam membentuk rasa percaya anak terhadap lingkungan dan hubungan sosial mereka.

Ketika peran ayah hilang, baik karena ketidakhadiran fisik maupun emosional, anak mungkin merasa sulit untuk mempercayai orang lain, terutama dalam hubungan interpersonal yang erat.

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa peran ayah sering kali lebih skeptis dan ragu untuk mempercayai orang lain.

Hal ini bisa berlanjut hingga dewasa, di mana mereka mungkin mengalami masalah dalam hubungan romantis atau persahabatan, karena rasa takut dikhianati atau ditinggalkan.

2. Rasa Rendah Diri dan Kehilangan Kepercayaan Diri

Penelitian psikologis juga mengungkapkan bahwa anak-anak yang kehilangan peran ayah cenderung memiliki rasa rendah diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh dengan figur ayah yang kuat.

Ayah sering kali menjadi sumber dukungan emosional yang membantu anak-anak merasa berharga dan kompeten.

Ketika peran ini hilang, anak mungkin merasa kurang mendapatkan validasi, yang dapat menyebabkan rendahnya kepercayaan diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore