Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 September 2024 | 23.32 WIB

Orang yang Dibesarkan oleh Orang Tua yang Terlalu Protektif Sering Kali Mengembangkan 7 Karakteristik Berikut

Ilustrasi orang yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif./freepik/ Frolopiaton Palm - Image

Ilustrasi orang yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif./freepik/ Frolopiaton Palm

JawaPos.com - Orang yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif sering kali mengalami perkembangan karakteristik tertentu sebagai dampak dari pengasuhan tersebut.

Ketika orang tua terlalu melindungi anak-anak mereka dari berbagai risiko dan tantangan, anak-anak ini cenderung tidak mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri mereka.

Akibatnya, mereka bisa tumbuh menjadi individu dengan karakteristik tertentu yang mencerminkan pengalaman mereka selama masa kanak-kanak.

Dilansir dari laman The Expert Editor pada Selasa (17/9), berikut merupakan 7 karakteristik yang dimiliki oleh orang-orang yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif.

1. Rasa Percaya Diri yang Rendah

Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang sangat protektif sering kali mengalami rasa percaya diri yang rendah.

Ketika orang tua selalu mengawasi dan mengatur semua aspek kehidupan anak, anak tersebut jarang diberi kesempatan untuk mencoba hal-hal baru atau menghadapi tantangan secara mandiri.

Akibatnya, mereka tidak pernah benar-benar belajar untuk mengandalkan diri mereka sendiri.

Ketidakmampuan ini membuat anak merasa tidak cukup kompeten untuk menghadapi dunia, dan pada akhirnya dapat mengganggu perkembangan kepercayaan diri mereka ketika mereka tumbuh dewasa.

2. Keraguan dan Rasa Malu

Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang sangat protektif sering kali tumbuh dengan perasaan keraguan yang mendalam terhadap diri mereka sendiri.

Karena banyak keputusan dalam hidup mereka diambil oleh orang tua, mereka mulai percaya bahwa mereka tidak mampu membuat keputusan yang tepat.

Mereka merasa dunia adalah tempat yang menakutkan dan berbahaya, dan jika mereka berhadapan dengan tantangan, mereka sering merasa tidak berdaya.

Hal ini dapat menyebabkan rasa malu yang mendalam ketika mereka merasa tidak sebanding dengan harapan orang lain, sehingga mereka terus-menerus meragukan diri mereka dan sering kali mengalami kecemasan sosial.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore