
Ilustrasi kaos polos. (Freepik)
JawaPos.com - Akhir-akhir ini sempat ramai di kalangan influencer akan perdebatan mengenai kaos polyester yang diperjual belikan secara murah dan bebas.
Sehingga banyak masyarakat yang tergiur untuk membeli produk tersebut. Padahal bahan dari kaos polyster dapat menyebabkan kanker, namun apakah hal tersebut benar?
Dilansir dari goodmakertales.com polyster mentah yang diproses menjadi kain serbaguna membutuhkan pengolahan dengan campuran zat beracun, yakni:
Formaldehida yang berguna untuk membuat pakaian tidak kusut dan warna tidak luntur namun paparan dari bahan kimia tersebut sering dikaitkan dengan leukemia dan dapat menyebabkan iritasi kulit
PFOA yang umumnya digunakan untuk membantu pakaian kedap air yang bahan tersebut dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kadar kolestrol.
PFC yakni membantu membuat pakaian tahan akan noda, namun ketika menghilangkan noda tersebut berdampak negatif pada hati, masalah reproduksi, serta pertumbuhan dan pekermbangan.
Sebagian polyester juga diproduksi menggunakan antimon sebagai katalis yang beracun bagi jantung, paru-paru, hati, dan kulit sehingga polyester dapat melepaskan flafat yang merupakan bahan kimia pengganggu hormon.
Lalu bagaimana bisa kaos polyster dapat menyebabkan kanker? Terdapat penelitian baru yang dapat membuktikan bahwa keringat dapat melepaskan zat kimia tambahan dari plastik yang kemudian dapat diserap melalui kulit.
Dilansir dari theguardian.com penelitian yang dilakukan oleh University of Birmingham ditemukan dalam keringat manusia mengandung minyak yang merupakan sifat kimia lipofilik yang mendorong bahan kimia dalam plastik untuk larut dan menyebar.
Secara singkat minyak yang terdapat dalam tubuh kita dapat membantu zat kimia yang keluar dari serat mikroplastik dan terserap oleh manusia.
Bahan kimia yang berbahaya dalam plastik terakumulasi secara perlahan dan menempel di tubuh kita serta paparan yang berulang dan dari berbagai sumber dapat mengakibatkan tingginya konsentrasi bahan kimia pada tubuh.
Hal yang harus dilakukan untuk menghindari adanya bahan polyster pada baju ialah dengan selalu selektif akan bahan pilihan pakaian yang akan dibeli dan digunakan.
Pengecekan label kain untuk pakaian yang akan dibeli, pilihlah pakaian yang terbuat dari tekstil alami dan diproses secara minimal akan bahan kimia yang tidak mengandung racun.
Pengecekan produsen kain dapat dilakukan pada website merek baju yang ingin dibeli agar dapat mengetahui proses dan pabrik produsen kain.
Apabila terlanjur membeli pakaian berbahan polyster disarankan untuk mencuci pakaian tersebut untuk mengurangi tingkat paparan antimon yang ada pada pakaian.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
