Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 September 2024 | 17.06 WIB

10 Dampak Buruk Orang dengan Kecerdasan Tinggi tapi Terlalu Perfeksionis dan Menekan Diri Sendiri, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang dengan sifat perfeksionis. (www.fcapgroup.com)

 

JawaPos.Com - Kecerdasan merupakan salah satu aset yang luar biasa dalam hidup. Namun jika tidak diimbangi dengan emosi dan sikap yang sehat, hal ini justru bisa berubah menjadi beban.

Salah satu contoh kecerdasan yang menjadi beban adalah, ketika seseorang memiliki kecerdasan tinggi, tetapi terlalu perfeksionis dan sering kali menekan diri sendiri.

Dalam kondisi ini, mereka mungkin menetapkan standar yang terlalu tinggi, tidak pernah merasa puas dengan pencapaiannya, dan terus-menerus merasa kurang.

Orang cerdas yang perfeksionis sering kali terlihat sukses dari luar, tetapi di balik itu, mereka mengalami tekanan mental yang sangat besar.

Seperti dikutip dari Hack Spirit dan Harvard Medical School, berikut adalah 10 tanda atau dampak buruk dari seseorang yang cerdas, tetapi terlalu perfeksionis, dan sering menekan dirinya sendiri menurut psikologi.

1. Tidak Pernah Puas dengan Hasil Akhir

Mereka selalu merasa bahwa pekerjaan mereka bisa lebih baik, meskipun sudah mendapatkan hasil yang sangat baik. Kepuasan jarang dirasakan oleh mereka.

2. Takut Mengambil Risiko

Karena takut gagal, mereka cenderung menghindari mengambil risiko, meskipun risikonya sangat kecil. Ketakutan akan hasil yang tidak sempurna menghalangi mereka untuk berkembang.

3. Terlalu Kritis terhadap Diri Sendiri

Orang perfeksionis sering kali menjadi kritikus paling keras terhadap dirinya sendiri. Mereka memeriksa setiap kesalahan kecil dan merasa kesal jika tidak dapat mencapai standar yang diharapkan.

4. Mengalami Kesulitan dalam Delegasi

Mereka percaya bahwa tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan sebaik mereka. Hal ini membuat mereka sulit mendelegasikan tugas dan sering kali mengambil terlalu banyak tanggung jawab sendiri.

5. Sering Menunda-nunda karena Takut Gagal

Perfeksionis sering kali menunda tugas karena takut hasil akhirnya tidak sempurna. Mereka merasa perlu memastikan segala sesuatu sempurna sebelum memulai sesuatu.

6. Mengalami Stres Berlebihan

Kecenderungan untuk menuntut diri sendiri secara terus-menerus menyebabkan tingkat stres yang tinggi, bahkan untuk hal-hal kecil.

7. Cenderung Merasa Cemas

Mereka sering merasa cemas tentang apakah mereka sudah cukup baik atau tidak. Kecemasan ini membuat mereka sulit menikmati keberhasilan.

8. Mengorbankan Waktu Pribadi

Demi mencapai kesempurnaan, mereka sering mengorbankan waktu istirahat, keluarga, atau waktu untuk bersantai. Ini berdampak negatif pada keseimbangan hidup mereka.

9. Sulit Menerima Kritik

Meskipun mereka kritis terhadap diri sendiri, mereka sulit menerima kritik dari orang lain. Kritik eksternal dianggap sebagai serangan pribadi yang membuat mereka merasa tidak cukup baik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore