
Ilustrasi bullying. (Pexels/cottonbro studio)
JawaPos.Com - Oelaku bullying, identik dengan seseorang yang kasar, dominan, dan suka merendahkan orang lain.
Namun pada kenyataanya, kepribadian pelaku bullying jauh lebih kompleks daripada itu.
Menurut psikologi, ada berbagai faktor yang berkontribusi lebih dalam pada pelaku bullying dan mengapa mereka melakukanpenindasan.
Dilansir dari American Psychological Association (APA), perilaku bullying merupakan cerminan dari masalah pribadi yang lebih dalam.
Pelaku bullying biasanya memiliki beberapa ciri kepribadian yang khas, salah satunya tampak percaya diri dan kuat dari luar, tetapi di dalamnya, mereka sering merasa tidak aman, takut, dan marah.
Lebih lengkapnya, inilah 5 kepribadian paling dominan dari pelaku bullying dan apa yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan merugikan tersebut.
1. Rasa Tidak Aman yang Mendalam
Banyak pelaku bullying sebenarnya merasa tidak aman dan tidak percaya diri. Mereka mungkin memiliki masalah dengan harga diri mereka sendiri dan mencoba menutupi perasaan ini dengan merendahkan orang lain.
Menurut psikolog, bullying sering kali merupakan cara bagi pelaku untuk merasa lebih kuat atau superior karena mereka merasa lemah di dalam.
2. Kurangnya Empati
Pelaku bullying sering kali kurang memiliki empati, yaitu kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
Ini mungkin karena faktor-faktor seperti kurangnya pengasuhan yang penuh kasih atau pengalaman traumatis di masa kecil.
Ketidakmampuan mereka untuk melihat dampak negatif dari tindakan mereka pada korban memungkinkan mereka untuk terus melakukan bullying tanpa merasa bersalah.
3. Pengalaman Kekerasan di Masa Lalu
Sering kali, pelaku bullying adalah korban kekerasan atau bullying di masa lalu. Mereka mungkin tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan kekerasan fisik atau emosional, dan mereka memproyeksikan pengalaman tersebut pada orang lain.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
