Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 02.38 WIB

Lepaskan Rantai Hubungan Toxic: 5 Cara Bijak Memutuskan Hubungan dengan Pasangan Kasar dan Temperamental

Ilustrasi memiliki hubungan dengan pasangan tempramental yang sebaiknya diakhiri. (Freepik) - Image

Ilustrasi memiliki hubungan dengan pasangan tempramental yang sebaiknya diakhiri. (Freepik)

JawaPos.Com - Menjalin hubungan dan mencintai secara dewasa, harusnya saling membarikan dan mendapatkan kebahagiaan serta rasa aman.

Namun sayangnya, bagi sebagian orang cinta berubah menjadi lingkaran penderitaan yang sulit diputuskan.

Apalagi, ketika seseorang terjebak dalam hubungan toxic dengan seseorang yang memiliki sifat kasar, melakukan kekerasan dan temperamental.

Dilansir dari American Psychological Association (APA), hubungan yang sehat tidak hanya tentang kebersamaan, tetapi juga tentang saling menghormati dan menjaga.

Sayangnya, ketika hubungan berubah menjadi siklus amarah, pelecehan, dan kekerasan, langkah terbaik adalah melepaskan diri.

Ya, mengakhiri hubungan dengan seseorang yang kasar dan temperamental bisa menjadi proses yang berat, penuh emosi, dan terkadang berbahaya.

Namun demi keselamatan diri dan kesejahteraan mental, Anda harus belajar bagaimana melakukan ini dengan cara yang bijak dan terencana.

Kamu yang masih bingung memahami langkah-langkah praktis untuk keluar dari hubungan beracun ini, simak tips yang dirangkum dari American Psychological Associationberikut ini.

1. Sadari Tanda-Tanda Hubungan Toksik

Langkah pertama yang paling penting adalah menyadari bahwa Anda berada dalam hubungan yang tidak sehat. Kekerasan dalam hubungan dapat berupa fisik, verbal, emosional, atau psikologis.

Pasangan yang temperamental mungkin sering mengintimidasi, mengancam, atau melampiaskan kemarahannya secara tidak terkendali. Kesadaran akan siklus ini sangat penting untuk mempersiapkan diri mengambil langkah berikutnya.

2. Bangun Keberanian untuk Bertindak

Setelah menyadari situasi yang berbahaya ini, langkah berikutnya adalah membangun keberanian untuk bertindak. Ini bukanlah langkah yang mudah, terutama jika Anda merasa takut atau terjebak secara emosional dalam hubungan tersebut.

Menurut psikolog, penting untuk menguatkan mental dan emosi sebelum mengambil keputusan. Bicarakan dengan teman terpercaya, keluarga, atau profesional seperti psikolog untuk mendapatkan dukungan emosional dan mental yang Anda butuhkan .

3. Buat Rencana Keluar yang Aman

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore