
Ilustrasi: Toxic relationship (Gabby Gibson).
JawaPos.Com - Baru-baru ini kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali dialami publik figur dan menggemparkan jagat maya.
Seperti diketahui, selebgram Cut Intan Nabila telah menjadi korban KDRT dari suaminya Armor Toreador.
Tak hanya sekali Cut Intan Nabila mengaku telah menyimpan puluhan bukti yang menunjukkan bahwa suaminya sering melakukan aksi brutal terkait kekerasan fisik.
Mengaku sudah tidak tahan dengan kelakuan kasar suaminya, Cut Intan Nabila akhirnya buka suara setelah 5 tahun menjalani kehidupan rumah tangga.
Sukses mengejutkan publik Cut Intan Nabila, membagikan salah satu bukti kekerasan yang dilakukan suaminya di media sosial Instagram dan kini ramai jadi perbincangan publik.
Namun, apa yang menjadikan seorang perempuan rela bertahan di tengah kehidupan rumah tangga yang sangat beracun tersebut.
Berdasarkan informasi yang dirangkuman Jawa Pos, inilah 5 alasan ilmiah perempuan memilih bertahan di dalam hubungan toxic atau beracun bahkan telah menjadi korban KDRT.
Baca Juga: Penangkapan Pelaku KDRT Armor Toreador Ternyata Ada Andil Mulan Jameela
1. Merasa Bertanggung Jawab Terhadap Anak-anak
Banyak perempuan merasa bahwa anak-anak mereka lebih baik tumbuh dalam lingkungan dengan kedua orang tua meskipun hubungan tersebut beracun.
Sebuah penelitian oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa perempuan sering kali mengorbankan kesejahteraan pribadi demi menjaga keutuhan keluarga, terutama jika merasa bahwa perceraian dapat berdampak buruk pada anak-anak mereka (American Psychological Association, 2019).
2. Ketergantungan Finansial
Ketergantungan finansial sering menjadi alasan utama perempuan tetap bertahan dalam hubungan beracun.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family, perempuan yang tidak memiliki kemandirian finansial atau sumber daya untuk hidup sendiri lebih cenderung tetap tinggal dalam hubungan yang tidak sehat (Lambert & Firestone, 2014).
Baca Juga: Lakukan KDRT ke Selebgram Cut Intan Nabila, Armor Toreador Diduga Ketahuan Nonton Film Porno
2. Takut Akan Stigma Sosial
Dalam banyak budaya, perceraian masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Stigma ini dapat menyebabkan perempuan ragu untuk meninggalkan hubungan yang beracun.
Menurut studi oleh World Health Organization (WHO), stigma sosial dan tekanan komunitas sering kali menjadi hambatan bagi perempuan untuk meninggalkan pasangan yang kasar (WHO, 2013).
3. Harapan Pasangan Akan Berubah
Banyak perempuan percaya bahwa pasangan mereka bisa berubah menjadi lebih baik dengan waktu dan usaha.
Sebuah studi dari University of Michigan menemukan bahwa perempuan sering kali memiliki harapan yang tidak realistis bahwa pasangan mereka akan memperbaiki diri seiring berjalannya waktu (Johnson & Ferraro, 2000).
Baca Juga: Profil Armor Toreador, Suami Selebgram Cut Intan Nabila yang Diduga Melakukan KDRT
5. Perasaan Cinta dan Komitmen
Cinta dan komitmen pernikahan sering kali membuat perempuan bertahan dalam hubungan yang beracun.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
