JawaPos.com - Di dalam kitab Primbon Jawa, ada pantangan-pantangan terutama bagi orang-orang yang mempunyai profesi berdagang. Pantangan ini tujuannya agar dagangan atau bisnis yang dijalankan tidak sepi.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari kanal YouTube ESA Production, Senin (12/8), delapan pantangan-pantangan orang berdagang yang wajib Anda ketahui, menurut kitab Primbon Jawa kuno.
1. Apabila ada orang meninggal, pedagang harus putar balik mencari jalan lain
Menurut Primbon Jawa, pantangan pertama bagi seorang pedagang adalah ketika berangkat untuk berdagang, kemudian ada orang yang meninggal, pedagang tersebut tidak boleh lewat di situ dan harus putar balik mencari jalan lain.
2. Jangan meludah di depan tempat jualan
Supaya dagangan Anda tidak sepi, jangan sampai meludah di depan tempat jualan Anda, baik itu warung ataupun toko. Masyarakat Jawa percaya bahwa, jika Anda berdagang pada pagi hari dan meludah di sana, ini bisa mengakibatkan dagangan Anda sepi.
3. Jangan menjelekkan dagangan orang lain
Supaya dagangan Anda lebih laris, jangan sampai Anda memperbincangkan hasil dagangan orang lain atau kejelekan-kejelekan dagangan orang lain. Jika pantangan tersebut Anda langgar, biasanya malah dagangan Anda sendiri yang sepi.
4. Jangan jadikan uang dari orang yang beli pertama kali sebagai uang kembalian
Bagi para pedagang yang dagangannya ingin menjadi lebih laris atau tidak sepi, uang hasil jualan dari orang yang beli pertama kali atau penglaris, kalau bisa jangan sampai Anda jadikan sebagai uang pengembalian.
Lebih baik uang tersebut disimpan, dan untuk kembaliannya bisa uang yang lain. Uang hasil dagangan yang pertama ini biasanya untuk penglarisan, oleh sebab itu kita sering melihat para pedagang mengibas-ngibaskan uang tersebut ke dagangannya.
5. Jangan beri garam kepada orang lain sebelum dagangan pertama kali Anda ada yang beli
Menurut Primbon Jawa, bagi para pedagang yang mau buka di awal-awal, sebelum dagangan Anda laku, jika ada orang meminta garam, terutama garam dapur untuk masak, kalau bisa jangan diberi dulu.
Ini bukan berarti kita pelit, tetapi tunggu dulu sampai dagangan Anda yang pertama kali tersebut ada yang beli. Setelah itu, Anda boleh memberi garam yang tadi kalau ada yang meminta garam.
6. Jika ada orang berhutang ketika dagangan Anda belum laku, sebaiknya jangan Anda beri dulu
Pantangan bagi pedagang selanjutnya yakni, jika ada orang yang ingin berhutang, terutama sebelum dagangan Anda saat pertama kali buka belum ada yang beli sama sekali, sebaiknya jangan Anda beri dulu dan tunggu sampai dagangannya ada yang laku.
Menurut kepercayaan leluhur kita dulu, biasanya kalau pagi-pagi sudah ada yang ngutang dan Anda beri, sementara dagangan Anda belum ada yang laku, biasanya sampai Anda tutup, bukannya laris malah semakin banyak yang berhutang.
7. Jangan membelakangi dagangan Anda
Menurut Primbon Jawa, bagi para berdagang, jika sedang berdagang jangan sampai membelakangi dagangan Anda, karena hal ini mengandung sanepo atau ilmu kiasan, yakni ada makna tersembunyi di sini.
Maksudnya adalah Anda harus percaya diri terhadap dagangan Anda, jika Anda tidak percaya diri terhadap apa yang Anda jual, bagaimana mungkin Anda bisa meyakinkan orang yang mau beli dagangan Anda.
8. Jika dagangan Anda belum laku dan ada orang mondar-mandir di depan toko, jangan dibiarkan begitu saja
Menurut Primbon Jawa, saat pedagang membuka warung dan dagangannya belum laku tetapi ada orang yang mondar-mandir di depan toko atau warung Anda, jangan sampai Anda membiarkannya.
Kalau bisa suruh ia duduk, ajak ia ngobrol, atau diberilah ia makanan. Kalau bisa makanan tersebut jangan dari warung Anda, tetapi bisa Anda belikan dari tempat lain dulu.
9. Jangan berdagang di bekas kuburan
Menurut Primbon Jawa, kalau bisa jangan sampai Anda berdagang di atas kuburan atau di atas makam umum, ataupun di bekas kuburan. Meskipun tempat itu strategis, tetapi kalau bisa jangan sampai Anda berdagang atau jualan di atas kuburan.
Memang biasanya di awal-awal dagangan Anda bisa laris, tetapi lama-kelamaan pasti ada sengkolo-sengkolonya tersendiri, yang akhirnya bisa saja Anda akan menjadi bangkrut.
***