Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Agustus 2024 | 20.58 WIB

Hati-Hati! Ini 6 Tanda Anda Berurusan dengan Orang yang Sangat Jahat Menurut Psikologi, Salah Satunya Terlalu Baik

Ilustrasi perempuan yang jahat (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang jahat (freepik)

JawaPos.com – Berurusan dengan orang dengan perilaku jahat, dapat mengubah kehidupan sehari-hari menjadi perjalanan penuh dengan hal negatif bahkan bisa menimbulkan stres.

Orang memiliki perilaku jahat,biasanya sering berubah-ubah secara tak terduga, membuat orang-orang di sekitarnya merasa gelisah.

Anda mungkin pernah mengamati orang seperti itu yang menyerang, merendahkan orang lain atau terus-menerus memandang dunia melalui sudut pandang sinis.

Mengidentifikasi orang yang benar-benar jahat bisa jadi rumit sebab perilaku sangat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa tanda Anda berurusan dengan orang yang sangat jahat sebagaimana dilansir dari laman Idea Pod, Sabtu (10/8) sebagai berikut.

  1. Mereka konsisten bersikap kasar dan tidak sopan

Salah satu tanda orang yang sangat jahat adalah mereka konsisten bersikap kasar dan tidak sopan. Mereka senang merendahkan orang lain, terus-menerus melontarkan komentar sinis atau bersikap tidak sopan.

Parahnya lagi, mereka menggunakan hal itu semua itu memanipulasi Anda seolah-olah Anda bersalah dan mempertanyakan diri Anda sendiri.

  1. Mereka terlalu baik

Orang-orang yang tampak baik dan terlalu tampil ramah sering kali merupakan orang jahat yang menyamar. Mereka menggunakan pesona dan keramahan mereka sebagai kedok untuk menyembunyikan niat mereka yang sebenarnya.

Mereka akan menghujani Anda dengan pujian hanya untuk kemudian menggunakan pujian tersebut sebagai senjata menjatuhkan Anda. Intinya ini adalah taktik manipulatif yang dapat membuat Anda merasa tidak mampu dan menurunkan harga diri Anda.

  1. Mereka kurang memiliki empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Bahkan empati sendiri dikenal sebagai komponen penting dalam hubungan yang sehat. Namun, orang yang jahat sering kali kesulitan dengan hal ini.

Alih-alih memahami perasaan atau sudut pandang Anda, mereka justru mengabaikan atau menganggapnya tidak valid. Jika Anda kesal, alih-alih menghibur atau mencoba memahami sudut pandang Anda, mereka justru mengatakan bahwa Anda bereaksi berlebihan atau terlalu sensitif.

Penelitian telah menunjukkan bahwa empati terkait dengan perilaku pro sosial yang merupakan tindakan yang menguntungkan orang lain secara keseluruhan. Intinya tanpa empati, individu cenderung berperilaku dengan cara yang menyakitkan atau merugikan orang lain.

  1. Mereka tidak pernah meminta maaf

Orang yang jahat sering kali tidak pernah meminta maaf ketika berbuat kesalahan. Mereka cenderung melihat tindakan mereka sebagai sesuatu yang dibenarkan tanpa mempedulikan bagaimana tindakan itu memengaruhi orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore