Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juli 2024 | 03.42 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Makan, Salah Satunya Kurangi Nonton TV

Ilustrasi anak picky eater. (Pexels) - Image

Ilustrasi anak picky eater. (Pexels)

JawaPos.com - Salah satu masalah yang paling banyak ditemui pada anak-anak adalah soal gangguan makan. Hal ini bukan tanpa alasan.

Keseharian di rumah yang dilakukan anak secara tak langsung membuat dirinya meniru dan mengalami gangguan makan.Orang tua mungkin sudah mencoba berbagai cara untuk menghadapi anak yang mengalami gangguan makan.

Namun, dilansir dari The Minds Journal, Kamis (25/7), berikut beberapa hal yang patut dicoba dan ditinjau kembali untuk menghadapi anak yang mengalami gangguan makan.

1. Mencontohkan makan teratur
 
Apa pun yang Anda lakukan sebagai orang tua, anak Anda akan melakukannya. Jika Anda senang berada di luar dan menggerakkan tubuh, anak Anda akan ingin bergabung dengan Anda. 
 
 
Namun, jika Anda minum soda, mereka akan minum soda. Jika Anda mengemil semangkuk wortel yang selalu ada, mereka pun akan melakukannya. 
 
Jika ini terasa seperti kekurangan bagi Anda, anggaplah kebiasaan buruk Anda merupakan warisan yang menyedihkan bagi anak Anda. Tidakkah Anda bersedia berubah untuk melindungi anak Anda? 
 
2. Jangan bicara tentang diet 
 
Jangan katakan soal diet di dekat anak. Makanlah makanan sehat dan jadikan olahraga sebagai bagian otomatis dari kehidupan setiap orang dalam keluarga. 
 
Penelitian menunjukkan bahwa diet tidak berhasil dan malah menciptakan perasaan kekurangan dan keinginan yang menyebabkan makan berlebihan. 
 
Hahal itu mengubah kimia tubuh sehingga pelaku diet tidak hanya hampir selalu mendapatkan kembali berat badannya, tetapi menurunkannya di waktu berikutnya bahkan lebih sulit. 
 
3. Jangan komentari anak jika beratnya bertambah 
 
Jika Anda memutuskan beberapa perubahan akan diinginkan, jangan pilih anak Anda. Sebaliknya, tingkatkan aktivitas fisik dan pola makan sehat untuk seluruh keluarga. 
 
Mengubah kebiasaan makan dan aktivitas merupakan tantangan bagi siapa pun, dan mengharapkan anak untuk tidak memakan camilan yang dimakan orang lain di rumah adalah hal yang tidak masuk akal. 
 
4. Ajarkan anak-anak bahwa camilan tak dikonsumsi tiap hari
 
Daripada melarang camilan dan makanan cepat saji, ajari anak Anda bahwa mereka dapat menikmati camilan dan makanan cepat saji secukupnya pada acara-acara khusus.
 
Itu berarti Anda tidak perlu menyimpan junk food di rumah karena sulit untuk menolaknya. Anak-anak akan memakan apa pun yang ada di sekitar, dan akan memakannya secara diam-diam jika memang harus. 
 
5. Buat anak makan sayur
 
Penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi keinginan anak untuk makan adalah keakraban. Jadi, teruslah perkenalkan anak dengan makanan sayur.
 
6. Libatkan anak Anda dalam olahraga
 
Setiap anak membutuhkan aktivitas fisik yang teratur. Ketika anak perempuan terlibat dalam olahraga, mereka memiliki sikap yang lebih sehat terhadap tubuh mereka seumur hidup.
 
Ketika anak-anak menemukan olahraga yang mereka sukai saat mereka masih muda, mereka cenderung akan tetap bugar seumur hidup. 
 
7. Kurangi penggunaan TV
 
Anak-anak yang menonton televisi dua jam setiap hari cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan dengan kolesterol tinggi. 
 
Mungkin iklan memiliki pengaruh yang sama besarnya dengan ketidakaktifan. Pakar obesitas AS David Ludwig mengatakan penelitian terbaru memperkuat argumen untuk pelarangan iklan makanan yang ditujukan kepada anak-anak.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore