Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juli 2024 | 19.16 WIB

8 Dampak Jangka Panjang Orang yang Terlalu Banyak Dikritik Sewaktu Mereka Kecil Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang terlalu banyak dikritik sewaktu kecil. - Image

Ilustrasi orang yang terlalu banyak dikritik sewaktu kecil.

JawaPos.com - Masa kanak-kanak membentuk kita dengan cara yang sering kali tidak sepenuhnya kita pahami, bahkan hingga kita menginjak dewasa. Hal ini terutama dalam hal kritik.

Jika kamu sering mendapatkan kritik sewaktu kecil, kamu mungkin telah mengembangkan sifat-sifat tertentu yang kamu bawa hingga dewasa. Dan hal ini sering kali tanpa kamu sadari.

Psikologi telah menjelaskan dampak jangka panjang dari pengalaman tersebut, mengidentifikasi ciri utama yang cenderung muncul pada mereka yang banyak mendapatkan kritik semasa kecil.

Melansir dari laman Hack Spirit pada Senin (15/7), berikut delapan ciri-ciri orang yang terlalu banyak dikritik saat mereka masih kanak-kanak, dan pengaruhnya saat dewasa.

1. Hiperkritis terhadap diri mereka sendiri

Anak yang sering dikritik akan tumbuh menjadi orang dewasa yang memiliki pola kritik diri yang sama. Psikologi menunjukkan bahwa sudut pandang keras yang mereka gunakan saat kecil tertanam dalam diri mereka dan menyebabkan mereka meneliti setiap tindakan dan keputusan mereka dengan cermat.

Meski hal tersebut dapat mendorong etos kerja yang kuat atau perhatian tajam terhadap detail, kritik diri yang terlalu keras dapat mengakibatkan stres, kecemasan, dan harga diri yang rendah. Memahami akar sifat ini merupakan langkah pertama untuk memutus siklus dan mengembangkan citra diri yang lebih berbelas kasih.

2. Perfeksionisme

Kritik yang berlebihan pada masa kanak-kanak sering kali dapat menyebabkan berkembangnya perfeksionisme di masa dewasa. Meskipun terlihat baik, tetapi sifat perfeksionisme juga dapat memberikan efek buruk pada diri kita.

Hal ini dapat menyebabkan rasa takut gagal, menunda-nunda, dan bahkan kelelahan. Mengenali sifat ini dalam diri kita sangatlah penting, dan merupakan langkah pertama untuk belajar menyeimbangkan ambisi dengan self-care serta memahami bahwa tidak apa-apa untuk menjadi kurang sempurna.

3. Kesulitan menerima pujian

Orang yang sering dikritik saat kecil sering kali merasa sulit menerima pujian. Alih-alih menerima pujian apa adanya, mereka mungkin mencurigai adanya motif tersembunyi atau menganggapnya tidak tulus.

4. Ketahanan

Setelah menghadapi kritik terus-menerus semasa kecil, orang-orang ini sering kali mengembangkan kemampuan untuk bangkit kembali dari kemunduran dengan lebih cepat. Mereka telah belajar sejak usia muda untuk beradaptasi dan terus maju, terlepas dari rintangan yang menghadang.

5. Takut akan penolakan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore