Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 23.00 WIB

Bukan Sekadar Hobi Bagi Sosok Introvert, Kenali 4 Manfaat Menulis Bagi Psikologi Manusia, Simak!

lustrasi orang sedang menulis.(Unsplash.com/UnseenStudio) - Image

lustrasi orang sedang menulis.(Unsplash.com/UnseenStudio)

JawaPos.com - Menulis sering dikenal sebagai aktivitas atau hobi bagi seseorang dengan kepribadian introvert. 

Pada umumnya, seseorang dengan kepribadian introvert memang lebih memilih menuangkan perasaannya dalam sebuah tulisan dibanding cerita kepada rekan atau orang di sekitarnya.

Alhasil, banyak orang berpikiran bahwa menulis hobi bagi orang-orang tertentu, bahkan dianggap membosankan bagi sebagian orang.

Alasan tersebut, biasanya dilatarbelakangi karena menulis dianggap menghabiskan waktu untuk duduk berjam-jam sembari mencatat atau mengetik di komputer.

Padahal menulis bukanlah pekerjaan mudah, butuh imajinasi tinggi dan pengetahuan kosa kata yang sangat luas. Sehingga tulisan akan terlihat rapi dan mudah dipahami.

Jika sebagian orang berpikir bahwa menulis hanya untuk orang pintar atau introvert, maka persepsi tersebut kurang tepat.

Dikutip dari laman Artikel Maghfirah Pustaka pada Sabtu (13/7), dari sisi psikologis menulis merupakan sebuah terapi yang membantu seseorang mampu untuk meluapkan emosinya dengan tepat.

Untuk lebih lengkapnya, simak 4 manfaat lain dari menulis berdasarkan pandangan psikologi. 

1. Meringankan Beban Ingatan

Seperti yang diketahui bahwa manusia banyak memiliki kegiatan, kejadian, atau peristiwa dalam suatu waktu. Sehingga memori dalam otaknya akan merasa berat dan lelah untuk mengingat semua itu.

Jika banyak kegiatan pada satu waktu, tak ada salahnya meluangkan waktu untuk menulis beberapa hal penting yang akan dilakukan atau menulis kejadian yang membuatmu sedih dan senang.

Maka dengan menulis, perlahan-lahan akan meringankan beban ingatan dalam otak karena kita tak bisa memaksakan harus mengingat semuanya.

2. Mengendalikan Kesehatan Mental dan Emosional

Tak semua orang mampu mengekspresikkan dirinya ketika menghadapi masalah, bahkan jika mereka terpuruk akan menarik diri dari lingkungannya dan enggan bercerita dengan orang lain.

Baca Juga: Mengenal Kebiasaan Journaling: Pengertian dan Manfaat dalam Kacamata Kesehatan Mental Seseorang

Seorang psikolog merekomendasikan untuk menulis semua unek-unek yang ada dalam diri, entah marah, kesal, kecewa, sedih, bahkan senang sekalipun.

3. Menambah Daya Ingat dan Analisis

Dibandingkan hanya mengingat melalui hafalan, lebih bagus mengingat dengan menghafal sembari menulis ulang di buku. Fakta membuktikan bahwa ketika orang terbiasa menulis memiliki daya ingat yang tinggi.

Selain itu, orang yang terbiasa menulis akan memiliki daya analisis tinggi. Sebab dalam pembuatan karya fiksi atau nonfiksi, penulis harus membuat plot watak pemain, tempat, serta imajinasi cerita tersebut.

4. Membawa Harapan Bagi Penderita Kanker

Di Eropa, terapi menulis difokuskan untuk penderita kanker yang sering membuat pasiennya pesimis dan ternyata hal sederhana itu sangat efektif memberi perkembangan baik pada pasien.

Dengan menulis, pasien kanker dapat menulis hal-hal positif, kenangan semasa sehat, serta harapan yang membangkitkan semangat mereka untuk sembuh.

Dilansir dari laman Artikel Fakultas Psikologi dan Ilmu Budaya Universitas Islam Indonesia, menulis dapat membuahkan tulisan yang abadi untuk dikenang bahkan setelah kita tiada.

Seperti halnya buku karya penulis terdahulu yang bisa dibaca hingga saat ini, sehingga generasi berikutnya dapat merasakan ilmu serta pengalaman dari tulisannya.  

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore