
Ilustrasi seseorang dengan rasa takut dan cemas berlebihan. (Istimewa)
JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah merasa khawatir atau pesimis di beberapa titik dalam hidupnya. Namun, bagi sebagian orang, mengharapkan yang terburuk bukan sekadar kebiasaan sesaat, melainkan bagian dari karakter mereka sehari-hari.
Orang-orang ini tidak hanya bersikap negatif tanpa alasan, mereka memiliki serangkaian karakteristik unik yang membentuk pandangan hidup mereka.
Memahami karakteristik ini bukan hanya memberikan wawasan tentang bagaimana mereka berpikir dan bereaksi, tetapi juga membuka peluang untuk membantu mereka mengembangkan perspektif yang lebih optimis.
Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting pada Selasa, (9/7) mari kita telusuri delapan karakteristik unik yang sering ditemukan pada mereka yang selalu berasumsi buruk.
1) Hanya Berpikir Bencana
Salah satu karakteristik utama dari orang yang selalu berasumsi buruk adalah berpikir bencana. Mereka cenderung melihat situasi sebagai lebih suram dari kenyataannya, sering membayangkan hasil yang paling buruk.
Pola pikir ini membuat mereka selalu menunggu sesuatu yang buruk terjadi, meskipun tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke arah tersebut. Akibatnya, mereka hidup dalam kecemasan terus-menerus dan stres yang tidak perlu, yang juga bisa mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka.
2) Menganalisis Berlebihan
Menganalisis berlebihan adalah perilaku lain yang sering terlihat pada orang yang selalu mengharapkan yang terburuk. Mereka menghabiskan waktu berlebihan untuk memikirkan situasi atau kejadian, membayangkan semua kemungkinan hasil dan biasanya fokus pada yang negatif.
Sebagai contoh, jika seseorang tidak segera membalas pesan, mereka mungkin mulai berpikir bahwa mereka telah melakukan kesalahan atau bahwa orang tersebut marah kepada mereka. Kebiasaan ini menciptakan masalah yang sebenarnya tidak ada dan meningkatkan kecemasan serta stres.
3) Bias Negatif
Bias negatif adalah kecenderungan psikologis yang membuat seseorang lebih memikirkan pengalaman negatif daripada yang positif. Orang yang selalu berasumsi buruk mungkin memiliki bias negatif yang lebih kuat, yang membuat mereka lebih fokus pada potensi ancaman atau kegagalan.
Penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan lima kejadian baik untuk menyeimbangkan satu kejadian buruk, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh pengalaman negatif pada otak kita. Bias negatif ini bukan hanya masalah kepribadian, tetapi juga refleks psikologis yang mendalam.
4) Ketakutan terhadap Ketidakpastian
Ketakutan terhadap ketidakpastian adalah karakteristik umum lainnya pada orang yang selalu berasumsi buruk. Mereka cenderung membayangkan skenario terburuk untuk merasa memiliki kontrol terhadap situasi yang tidak pasti.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
