
Ilustrasi orang yang mengatakan tidak. (freepik/benzoix)
JawaPos.com - Ada garis tipis antara berterus terang dan tidak sopan. Garis tersebut sering kali kabur ketika kita berbicara tanpa mempertimbangkan dampak dari kata-kata kita. Tanpa sadar, kita mungkin terlihat kasar, padahal kenyataannya, kita hanya kurang sopan.
Ini tidak selalu tentang apa yang Anda katakan, tetapi bagaimana Anda mengatakannya. Dan terkadang, orang yang kurang sopan santun tanpa sadar menggunakan frasa tertentu yang dapat menyinggung perasaan orang lain dengan cara yang salah.
Dikutip dari hackspirit, berikut 4 frasa yang sering digunakan tanpa menyadari dampaknya;
1) "Terserah"
Hanya sedikit frasa yang bisa meremehkan seperti "terserah". Frasa ini sering digunakan oleh mereka yang kurang memiliki kesopanan. Ini adalah cara yang mudah untuk mengakhiri percakapan, tetapi dampaknya bisa sangat kasar, menutup pintu untuk dialog lebih lanjut.
"Terserah" menyiratkan ketidaktertarikan dan ketidakpedulian terhadap pendapat atau perasaan orang lain. Ini seperti mengatakan, "Saya tidak peduli dengan apa yang kamu pikirkan."
Masalahnya, banyak orang menggunakan frasa ini tanpa sepenuhnya memahami dampaknya. Ini mungkin terlihat seperti cara yang tidak berbahaya untuk menghindari konfrontasi, tetapi pada kenyataannya, hal ini bisa terlihat kasar dan tidak sopan.
Ingatlah, kesopanan adalah tentang menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada orang lain. Apa pun situasinya, selalu lebih baik untuk mengekspresikan pikiran Anda dengan cara yang lebih sopan dan hormat.
2) "Ini bukan masalah saya"
Saya ingat sebuah kejadian beberapa tahun yang lalu saat saya bekerja dalam sebuah proyek tim. Salah satu rekan kerja kami selalu gagal memenuhi tenggat waktunya, yang menyebabkan penundaan bagi seluruh tim.
Suatu hari, saya memutuskan untuk menegurnya. Alih-alih mengakui kekurangannya atau berjanji untuk memperbaiki diri, tanggapannya hanya sederhana, "Itu bukan masalah saya."
Kalimat ini melekat pada diri saya karena kalimat ini dengan sempurna merangkum kurangnya kesopanan yang ditunjukkan oleh beberapa orang tanpa menyadarinya. Mengatakan "Ini bukan masalah saya" tidak hanya menunjukkan kurangnya tanggung jawab, tetapi juga ketidakpedulian terhadap kesulitan yang dihadapi orang lain karena tindakan Anda.
3) "Saya tidak punya waktu untuk ini"
"Saya tidak punya waktu untuk ini" adalah frasa yang sering dilontarkan ketika seseorang sedang terburu-buru atau kewalahan. Namun, kalimat ini bisa terdengar kasar dan meremehkan, membuat orang lain merasa tidak penting dan diremehkan.
Menariknya, sebuah penelitian oleh University of California menemukan bahwa orang yang sering mengatakan bahwa mereka "terlalu sibuk" atau "tidak punya waktu" lebih cenderung dianggap penting. Hal ini dapat menjelaskan mengapa beberapa orang sering menggunakan frasa ini tanpa menyadari dampak negatifnya.
Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki waktu 24 jam yang sama dalam sehari dan kita semua memiliki prioritas masing-masing. Pendekatan yang lebih sopan adalah dengan mengatakan, "Saya sedang sibuk, bisakah kita bicarakan hal ini nanti?" Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai masukan dari orang lain, namun Anda perlu mengatur waktu secara efektif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
