JawaPos.com - Ramai di media sosial, database milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali bocor di dark web. Pada hari ini, Jumat (28/6) dilaporkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) dikabarkan bocor di web tersebut.
Dalam unggahannya, akun tersebut membeberkan bahwa ada anggota dark web, BreachForums. Dalam web tersebut disebutkan data Ditjen Hubud apa saja yang bocor. Meliputi foto KTP pegawai, sertifikat pesawat pilot drone, hingga data penerbangan pesawat.
"Seorang anggota BreachForums telah memposting tentang pelanggaran data signifikan yang melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia. Database yang bocor berukuran lebih dari 3GB itu berisi data pegawai, password seluruh pengguna aplikasi dan website, foto KTP pegawai, sertifikat peserta pilot drone, dan data penerbangan terkait pesawat. Keaslian klaim ini belum dapat diverifikasi," cuit akun tersebut, dikutip Jumat (28/6).
Sebelumnya, kebocoran data dialami oleh INAFIS dan Kemenhub. Kebocoran data tersebut diklaim menyusul terjadinya down pada Pusat Data Nasional (PDN) yang terjadi belum lama ini.
Akibatnya, informasi rahasia dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) diduga mengalami kebocoran data. Diketahui, penawaran data tersebut dijual seharga 1.000 – 7.000 dolar AS, atau setara dengan Rp 17 juta – 115 juta dengan kurs Rp 16.372 per dolar AS.
Menurut FalconFeeds.io, data-data sensitif tersebut dibocorkan oleh seseorang yang disebut sebagai MoonzHaxor di BreachForums. Menurutnya, MoonzHaxor yang merupakan salah satu anggota terkemuka di forum para hacker dunia tersebut, telah mengunggah file dari BAIS (Badan Intelijen Strategis Indonesia).
“Kebocoran tersebut mencakup file sampel, dengan kumpulan data lengkap tersedia untuk dijual. Pelanggaran ini menyusul kejadian serupa pada tahun 2021 di mana jaringan internal Badan Intelijen Negara dibobol oleh kelompok Tiongkok,” tulis FalconFeeds.io dalam keterangan unggahannya.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyampaikan bahwa proses pemulihan gangguan akibat peretasan atau serangan ransomware diperkirakan selesai hingga akhir Juli 2024. Hal itu disampaikan Budi Arie saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).
Budi menjelaskan, strategi pemulihan layanan jangka pendek dilakukan selama periode 20 Juni-30 Juli 2024. Ia mengutarakan, telah melakukan pembagian tugas dalam proses pemulihan ini.
"Setelah kita melakukan koordinasi dan rapat-rapat maraton, kami sudah memutuskan to do list dari masing-masing Kementerian/lembaga dan tugasnya," kata Budi.