Potret anak bersama ibunya. (Unsplash.com/VivekKumar)
JawaPos.com - Di balik perilaku hingga fisik seorang anak, sedikit banyak telah dipengaruhi oleh beberapa aspek yang diwariskan dari orang tuanya.
Menurut informasi dari laman Universitas Muhammadiyah Malang, seorang Dosen Biologi mengungkapkan setiap anak memiliki 46 kromosom, dimana setengahnya diwarisi oleh ayah dan setengahnya lagi diwarisi oleh ibu.
Pentingnya peran kromosom seks juga tak bisa diabaikan, seorang perempuan akan membawa dua kromosom X, sementara laki-laki membawa satu kromosom X dan satu kromosom Y.
Untuk lebih lengkapnya, berikut informasi mengenai peranan seorang ibu yang dapat mewariskan 4 aspek pada anaknya, diantaranya adalah.
Baca Juga: Simak 5 Cara Jalin Ikatan Kuat dan Harmonis dengan Ibu Mertua, Auto Jadi Menantu Kesayangan!
1. Perilaku dan Psikologi
Seperti kemampuan dalam berpikir, belajar, memecahkan masalah, serta kecerdasan intelektual dan emosional yang memiliki akar genetik yang kuat.
Selain itu dalam hal emosi juga cenderung diwariskan dari ibu, misalnya kemampuan dalam mengelola emosi, merasakan empati, dan menjaga stabilitas emosional.
2. Penyakit Bawaan
Hal ini disebabkan karena ibu menyumbang 2 kromosom X, maka peluang penurunan penyakit lebih besar pada anak perempuan dibanding anak laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X dari ibu.
Sebagai contoh penyakit bawaan yang bisa diwariskan adalah diabetes, hemofilia, kolestrol, dan berbagai penyakit lainnya. Bahkan hal ini bisa terjadi ke generasi selanjutnya meski dalam kondisi sehat.
Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Tahu, 5 Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Janin Dalam Kandungan
3. Kondisi Rambut
Dikutip dari laman Artikel Kanopi Insan Sejahtera, mulai dari jenis rambut, warna rambut, serta tebal atau tipisnya lebih banyak diwariskan oleh ibu. Maka jika kamu mengalami masalah mahkota tubuh, maka lihatlah kondisi rambut ibumu sendiri.
4. Kebiasaan Tidur
Kemungkinan tersebut bisa datang dari kebiasaan tidur sang anak bersama ibunya sewaktu ia kecil, karena sebagian besar anak menghabiskan waktu tidur bersama dengan ibu.
Namun perlu diingatkan bahwa ini bukan aturan baku, semua tergantung gen-gen tersebut yang menjadi dominan atau resesif. Jika gen dominan berasal dari ibu, maka anak akan mengikuti ciri ibu, begitupun sebaliknya.
Dilansir dari laman Artikel Bebeclub, kecerdasan emosi anak juga tidak serta merta dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan oleh ayah atau ibu.
Lingkungan dan pola asuh juga ikut menentukan kecerdasan emosi anak. Maka dari itu sangat penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan dipenuhi kasih sayang.
Dengan demikian perkembangan kecerdasan emosi anak bisa tumbuh dalam lingkungan yang positif, sentuhan ayah dan ibunya yang membuat ia menjadi manusia seutuhnya.
***

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
