Ilustrasi seseorang yang sedang tidak baik-baik saja.
JawaPos.com - Toxic positivity, sebuah perilaku yang selalu tampak 'baik-baik saja' meski kehidupan yang sedang dijalani tidak berjalan mulus alias tidak sesuai dengan harapannya.
Namun, seringkali keadaan 'baik-baik saja' yang diperlihatkan seseorang adalah hasil dari mengabaikan rasa sedih, terluka, dan kecewa dalam dirinya.
Padahal menjadi tidak 'baik-baik saja' bukanlah sesuatu yang dilarang atau disebut it's ok not to be ok.
Baca Juga: Jika Ingin Anak Anda Sukses dalam Hidup, Hilangkan 10 Gaya Pengasuhan Berikut dalam Kehidupan Sehari-hari
Bahkan dilansir JawaPos.com dari Very Well Mind (14/5), it's ok not to be ok menjadi salah satu cara agar diri terhindar dari perilaku toxic activity yang ternyata berbahaya untuk kesehatan fisik dan mental.
Selengkapnya, berikut empat cara agar terhindar dari perilaku toxic activity:
Baca Juga: 6 Alasan Cowok Ganteng tapi Memilih Jomblo, Nomor 4 Bikin Geleng-Geleng Kepala
1. It's Ok Not To Be Ok
Ketahuilah bahwa memiliki perasaan negatif tidak selamanya salah. Wajar kok untuk merasa sedih, kecewa, marah, ataupun sakit hati sekalipun atas apa yang terjadi.
Terimalah semua perasaan itu dan hiduplah realistis, tidak semua yang diinginkan/ diharapkan dapat terjadi. Ingat seseorang yang sehat saja bisa jatuh sakit bukan? Jadi, it's ok not to be ok.
2. Kelola Emosi Tanpa Menyangkalnya
Perlu bagi kita menerima perasaan negatif yang hadir karena dapat memberikan informasi penting yang membawa perubahan dalam hidup ke arah lebih baik lagi. Namun, penting juga untuk mengelolanya, karena emosi negatif dapat menyebabkan stres.
Baca Juga: Propam dan Itwasum Sudah Periksa Iptu Rudiana Terkait Kasus Vina Cirebon, Pakar Psikologi Forensik Sebut Masyarakat Dipaksa Maklum
3. Fokus pada Mendengarkan
Menjadi pendengar yang baik mampu mengasah rasa empati seseorang. Hal ini baik untuk membantu diri mengenali emosi apa yang sedang hadir.
Selain itu, menjadi pendengar yang baik adalah sebuah bentuk dukungan kepada seseorang, terlebih bila dalam keadaan sulit. Bantulah orang tersebut untuk mengenali emosinya. Kemudian ingatkan kalau emosi yang tengah dirasakannya adalah suatu hal yang wajar.
4. Afirmasi Diri
Biasakan diri untuk menghadapi permasalahan dan menerima semua emosi yang hadir, termasuk emosi negatif. Apabila diri mulai lengah dan ingin lari dari masalah yang dihadapi, afirmasi dengan kalimat: "Aku mendengarkan", "Aku disini, apapun yang terjadi", "Itu pasti sangat sulit", "Terkadang hal buruk terjadi. Bagaimana saya bisa membantu?", "Kegagalan terkadang merupakan bagian dari kehidupan", "Perasaan Anda valid".
Demikianlah empat hal yang dapat membantu untuk terhindar dari perilaku toxic positivity, segera terapkan pada diri Anda dari sekarang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
