
Pengertian, cara, dan masalah yang diatasi dari biblioterapi. /Julie Betters/Pinterest
JawaPos.com-Membahas manfaat dari membaca buku memang seakan tak ada habisnya.
Selain membuat wawasan bertambah luas, siapa sangka bahwa membaca buku pun bisa juga menjadi alternatif terapi untuk mengatasi sejumlah masalah psikologis, misalnya gangguan kecemasan, depresi, hingga masalah ketergantungan obat.
Terapi baca buku yang unik ini disebut biblioterapi (bibliotherapy).
Biblioterapi sendiri memanfaatkan bahan-bahan bacaan yang bisa menambah kualitas hidup karena buku-buku yang disediakan mengandung informasi, dukungan serta panduan dalam menghadapi peristiwa sehari-hari.
“Biblioterapi merupakan metodologi penyembuhan penyakit dengan menggunakan sarana buku atau literatur,” dikutip dari perpusnas.go.id oleh JawaPos.com pada Rabu (12/6).
Dimana disebutkan juga bahwa National Institute for Clinical Excellence (NICE) merekomendasikan biblioterapi ini sebagai terapi pengobatan pada orang yang mengalami depresi ringan, sedang, ansietas dan panik, gangguan makan, OCD, fobia sampai hubungan pernikahan.
Bahkan dilansir dari ejournal.upi.edu oleh JawaPos.com Rabu (12/6) dijelaskan bahwa biblioterapi digunakan dalam kerja kelompok sosial dan terapi kelompok serta dilaporkan bahwa terapi ini efektif bagi semua orang dari berbagai kelompok usia, baik bagi pasien rawat inap maupun rawat jalan, juga efektif bagi orang-orang sehat yang ingin berbagi literatur yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
Banyak informasi dapat diperoleh melalui kegiatan membaca, seperti biblioterapi ini membuat seseorang dapat mempelajari fakta-fakta baru, mulai dari cara dalam memandang masalah yang berbeda dari orang lain sampai pilihan dari cara memikirkan masalah yang dialami.
Oleh karenanya, terapi dengan membaca buku ini dinilai dapat memberikan insight yang bermanfaat bagi klien atau pasien dalam mengatasi masalah-masalah yang dianggap mengganggunya.
Terapi membaca buku atau biblioterapi dapat dilakukan dengan lima cara berdasarkan yang dilansir dari laman perpustakaan.bsn.go.id oleh JawaPos.com pada Rabu (12/6) adalah sebagai berikut:
Siapa pun sebenarnya bisa memperoleh manfaat dari kegiatan membaca buku. Akan tetapi, jika diterapkan menjadi terapi psikologis, terapi membaca buku ini sangat efektif bagi mereka yang mengalami:
Tidak hanya dinilai mampu menangani masalah dengan diri sendiri, biblioterapi juga bisa mengatasi masalah mental yang melibatkan orang lain, seperti pengelolaan amarah, rasa malu, takut akan penolakan, hingga rasisme dan seksisme.
***

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
