Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 23.06 WIB

3 Persoalan yang Paling Sering Terjadi di Fase 5 Tahun Pertama Pernikahan, Pasutri Baru Mesti Pelajari Ini

Ilustrasi persoalan dalam 5 tahun pertama pernikahan. /Sumber foto : Unsplash.com/VitalyGariev - Image

Ilustrasi persoalan dalam 5 tahun pertama pernikahan. /Sumber foto : Unsplash.com/VitalyGariev

JawaPos.com - Dalam ilmu psikologi, fase 5 tahun pertama menjadi persoalan terberat dalam pernikahan.

Ketika berhasil melewati ini, maka besar kemungkinan rumah tangga tersebut akan semakin kuat.

Pada fase 5 tahun pertama pernikahan, sering dikejutkan oleh kepribadian masing-masing yang baru diketahui bahkan bisa jadi tak sesuai dengan ekspektasi.

Dilansir dari laman Siap Nikah, Psikolog Liza juga mengungkapkan bahwa fase 5 tahun pertama pernikahan disebut dengan 'masa kritis' walaupun tak semua pasangan akan tampak kesulitan.

Banyaknya perbedaan antar pasangan menjadi hal utama yang menyebabkan pasutri mengalami masa-masa sulit di fase 5 tahun pertama pernikahan.

Sekalipun kedua pasangan tersebut telah melewati fase pacaran bertahun-tahun, hal tersebut tak bisa dipungkiri terjadi ketika sudah menikah dan tinggal bersama.

Sehingga satu sama lainnya harus beradaptasi terhadap perubahan sikap atau keadaan, karena manusia bukanlah makhluk yang dinamis, dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga: Angka Pernikahan Dini Masih Tinggi, Masyarakat Perlu Pahami Risikonya

Ditambahkan dari laman Mama Bear, terdapat 3 persoalan utama yang sering terjadi di fase 5 tahun pertama pernikahan, hal ini wajib dipelajari oleh pasutri baru, diantaranya adalah.

1. Waktu

Sebagian besar pasangan akan berpikir bahwa menikah bisa menghemat waktu dan merasa senang ketika semua hal dapat dilakukan bersama.

Padahal masing-masing perlu menyesuaikan diri antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Kedua pasangan harus memiliki skala prioritasnya masing-masing, dan jangan lupa untuk memberikan "ruang sendiri" agar kehidupan rumah tangga dan pribadi akan tetap seimbang.

2. Uang

Hal yang cukup krusial ini sering menjadi faktor perselisihan dalam rumah tangga. Maka komunikasikan secara terbuka dalam pendapatan serta alokasi pengeluaran.

Jika ada cicilan atau utang maka baiknya harus dibicarakan, agar semuanya transparan dan tak ada yang sembunyikan baik dari pihak istri maupun suami.

Baca Juga: Pentingnya Memerhatikan Core Values dalam Memilih Pasangan yang Setara untuk Menjalani Pernikahan: Calon Pengantin Sudah Tau Ini?

3. Seks

Hubungan biologis dalam ikatan yang sah bisa menjadi salah satu penyebab perselisihan rumah tangga, yang seharusnya menyenangkan malah timbul perdebatan karena memiliki keinginan yang berbeda.

Beberapa masalah di atas tentunya bisa berdampak besar pada fase 5 tahun pertama pernikahan, bahkan ada yang nyaris berpisah karena ketidaksanggupan antara keduanya dalam menghadapi berbagai persoalan.

Kehidupan pernikahan sejatinya dijalani oleh dua orang yang selalu bertumbuh, maka dari itu perlu terus belajar cara komunikasi dengan baik serta memahami satu sama lain.

Masing-masing pasangan harus berbesar hati, senantiasa berdoa, elegan dalam mengingatkan kesalahan yang dilakukan, dan sertakan Tuhan dalam kehidupan pernikahan.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore