
Potret hubungan pernikahan. (Pexels.com/LusiQuintero)
JawaPos.com - Secara umum core values adalah sebuah cita-cita atau etika pribadi yang memberikan panduan pada saat mengambil keputusan dalam membangun sebuah hubungan serta mencari solusi dari masalah.
Dalam dunia bisnis, pentingnya menerapkan core values agar adanya keterlibatan karyawan yang bisa mempelajari cara menerapkan nilai-nilai di tempat kerja, begitupun dalam sebuah hubungan pernikahan.
Dikutip dari laman Artikel Marriage, core values memiliki arti nilai inti, yang menjadi keyakinan mendasar yang akan membangun identitas dalam diri seseorang.
Core values akan memandu perilaku seseorang hingga memiliki pedoman tentang hal yang pantas diinginkan bukan tentang pantas atau tidaknya diterima.
Selain keyakinan, terdapat pentingnya memerhatikan core values bersama untuk menjalani kehidupan pernikahan yang diwarnai oleh lika-liku serta ujian di dalamnya.
Hal tersebut menyangkut dengan aspek memilih pasangan yang setara, karena jika menjalani pernikahan tak sejalan dan seirama maka bisa menjadi masalah fatal yang memicu pertengkaran bahkan perpisahan.
Terlepas dari hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, keduanya harus mampu menghargai core values masing-masing dan baiknya disepakati bersama ketika sebelum menikah.
Misalnya, ketika lelaki menginginkan calon istri untuk menjadi ibu rumah tangga tanpa berkarir diluar maka harus mencari pasangan yang dapat menerima prinsip tersebut, begitupun sebaliknya.
Alasan-alasan tersebut juga harus rasional sehingga dapat diterima baik oleh masing-masing pasangan. Sehingga prinsip-prinsip ini sudah menjadi komitmen saat akan melaksanakan pernikahan.
Ketika kedua pasangan yang berjodoh ini mampu menghargai core values, alhasil kehidupan pasca pernikahan juga akan terasa lebih mudah, berkembang, dan menjadi diri sendiri yang seutuhnya.
Sebagaimana pernikahan adalah ibadah sepanjang masa, semua pasangan menginginkannya satu kali seumur hidup. Maka buatlah hubungan ini menjadi lebih berkualitas.
Khususnya bagi para calon pengantin, sebelum berlangsungnya akad pernikahan maka perhatikan sudah sejauh mana komitmen yang telah dibicarakan untuk dilakukan nanti sesudah menikah.
Melihat bahwa faktor kegagalan dalam pernikahan adalah kurangnya komunikasi mengenai prinsip-prinsip yang dilakukan. Sehingga menimbulkan berbagai persoalan saat mulai menjalani biduk rumah tangga.
Pada era saat ini, sudah banyak media pembelajaran mengenai seminar atau sekolah pranikah yang dapat dilaksanakan secara online maupun offline.
Tujuannya untuk memperdalam pengetahuan calon pengantin dalam kehidupan rumah tangga, bukan untuk menakut-nakuti tapi supaya lebih sadar bahwa pernikahan bukan hal yang sederhana.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
