Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juni 2024 | 22.52 WIB

Merasa Enggan Satu Rumah dengan Mertua? Lakukan 4 Langkah Ini Agar Tak Menyakiti Pasangan

Ilustrasi pasangan bersama mertua. - Image

Ilustrasi pasangan bersama mertua.

JawaPos.com - Dalam pernikahan, hidup ideal berdua dengan pasangan selalu menjadi angan-angan indah. Namun begitu, bagi beberapa orang dengan berbagai kondisi tertentu, mengharuskannya untuk hidup bersama mertua.

Tak jarang dalam pernikahan yang sudah terjadi, beberapa orang merasa keberatan untuk hidup bersama dengan mertua. Di sisi lain, menolak permintaan itu juga akan terasa menyakitkan untuk pasangan.
 
Bila Anda mengalami dilema tersebut dalam pernikahan, setidaknya ada beberapa cara mengatasi masalah rumit ini, dikutip dari Ideapod.
 
 
Pertama, lakukan percakapan yang terbuka dan jujur ​​dengan pasangan. Pilihlah saat yang tenang untuk mengungkapkan kekhawatiran Anda tanpa menuduh atau menyalahkan. 
 
Gunakan pernyataan “saya” untuk berfokus pada perasaan dan kebutuhan Anda, seperti “Saya merasa cemas jika ibumu pindah karena hubungan kita pernah tegang di masa lalu.”
 
Kedua, akui juga sudut pandangnya. Pahami bahwa dia mungkin merasa berkewajiban untuk mengurus orang tuanya. Ini adalah waktu untuk berempati dan memberikan dukungan, tidak hanya untuk pasangan Anda, tetapi juga untuk diri Anda sendiri.
 
Ketiga, menyarankan solusi alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan semua orang. Bisakah ibunya pindah ke apartemen terdekat? Dengan begitu, pasangan Anda bisa menunaikan rasa tanggung jawabnya tanpa mengganggu dinamika rumah tangga Anda. 
 
Tawarkan bantuan untuk menemukan sumber daya atau opsi yang memastikan ibunya dirawat dengan baik tanpa harus pindah ke rumah Anda.
 
 
Keempat, jika langkah-langkah itu menemui jalan buntu, tetapkan batasan yang jelas. 
 
Jika hidup bersama mertua adalah satu-satunya pilihan yang memungkinkan, tetapkan aturan dan ekspektasi sejak awal. Diskusikan bagaimana Anda akan menangani privasi, tanggung jawab rumah tangga, dan ruang pribadi untuk meminimalkan gesekan.
 
Ingat, ini tentang menemukan kompromi yang cocok untuk Anda berdua. Pernikahan Anda adalah sebuah kemitraan, dan keputusan besar seperti ini harus melibatkan kesepakatan bersama. Jika perlu, pertimbangkan untuk melibatkan terapis untuk memfasilitasi diskusi ini dan membantu mengatasi kompleksitas emosional.
 
Pada akhirnya, Anda harus berpegang teguh pada apa yang bisa dan tidak bisa Anda toleransi, tetapi lakukan dengan kasih sayang dan kemauan untuk menemukan jalan tengah. Dengan berkomunikasi secara terbuka dan bekerja sama, diharapkan Anda dapat mencapai solusi yang menghormati kebutuhan semua orang.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore