
Ilustrasi orang bertato (Freepik)
JawaPos.com - Tato kini semakin digandrungi oleh banyak orang, tak hanya pria, tetapi juga perempuan.
Namun, dokter dan seniman tato mengatakan bahwa ada beberapa bagian tubuh yang sebenarnya tidak ideal untuk ditato.
Hal ini lantaran area tertentu memiliki rasa sakit yang begitu tinggi.
Selain rasa sakit, ada beberapa alasan lain yang wajib kamu tahu, terutama bagi kamu yang ingin membuat tato agar benar-benar mempertimbangkan area tubuh yang akan ditato.
Dikutip dari Brightside.me, Senin (27/5), simak penjelasan detail mengenai beberapa bagian tubuh yang tidak boleh ditato dan alasannya.
1. Siku
Para ahli tidak menyarankan untuk membuat tato di bagian siku karena pada area ini sulit untuk membuat tinta bertahan.
Selain itu, kulit pada bagian siku sangat tebal dan membutuhkan banyak benturan yang membuat seniman tato harus menghabiskan lebih banyak waktu dengan jarumnya.
Di sisi lain, jika seseorang tidak melembabkan siku, maka tato pada siku akan cepat memudar.
2. Ketiak
Ketiak merupakan salah satu area yang paling menyakitkan untuk ditato. Rasa sakitnya bisa sangat parah dan prosesnya tak tertahankan bagi sebagian orang.
3. Belakang Lutut
Area belakang lutut sangat sensitif dan mempunyai banyak ujung saraf. Ketika ada benturan pada area ini, seseorang dapat merasa sangat tidak nyaman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022