
ILUSTRASI: Orang yang memilih banyak omong saat konflik cenderung memiliki 5 ciri Ini (cairowestonline)
JawaPos.com - Pernahkah Anda berkonflik dengan seseorang? Jika pernah apa yang Anda lakukan saat mengalami konflik dengannya, lebih sering diam atau banyak omong? Ternyata kedua sikap tersebut menunjukkan ciri kepribadianmu yang sebenarnya saat berkonflik.
Menurut Bill Eddy, LCSW, JD salah satu terapis dari San Diego, California, mengatakan di akun profesionalnya bahwa orang memiliki kepribadian dengan konflik tinggi, mereka akan bersikap diam atau banyak omong. Namun perlu digaris bawahi bahwa orang yang berkonflik tinggi memiliki emosi yang tidak terkendali, perilaku atau ancaman ekstrem, dan keasyikan menyalahkan orang lain.
Mereka yang memilih untuk banyak omong biasanya mempunyai target yang disalahkan, yang sering mereka intimidasi, melecehkan, menyalahkan, mempermalukan, mengganggu, menyebarkan desas-desus, dan menjadi sasaran banyak perilaku permusuhan lainnya. Pola ini meningkatkan dan mempertahankan konflik antarpribadi.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Ingin Fungsikan Kembali Mess Karanggayam, Kejayaan Persebaya Kembali Bangkit
Emosi orang berkonflik yang banyak omong sering kali menular, terkadang saat Anda diam lawan Anda yang banyak omong memprovokasi agar Anda terlihat emosi. Hal ini disampaikan oleh Bill Edy, bahwa emosi dengan konflik tinggi sangat menular.
Orang yang banyak omong seringkali mentransfer energi negatif didalam diri mereka sendiri untuk sebuah klarifikasi atas dirinya. Hal ini bertujuan agar orang didekat mereka yang akan berjuang dan membela mereka ketika mereka ketahuan berperilaku buruk. Mereka tidak menyukai kebenaran.
Berikut ini 5 ciri kepribadian orang yang banyak omong saat konflik yang dipaparkan oleh Bill Eddy yang dikutip oleh JawaPos.com, Kamis (16/5), yakni sebagai berikut.
Mereka yang memilih banyak omong saat konflik biasanya memiliki ketakutan mendasar tentang harga diri yang rendah atau tidak berdaya. Jadi mereka terus menerus menempatkan diri di atas orang lain.
Memilih untuk banyak omong saat konflik biasanya takut jika mereka ditinggalkan, sehingga mereka terus-menerus bergantung dan menuntut kepastian, namun kadang-kadang disertai kemarahan ketika mereka merasa ditinggalkan – yang sering kali mendorong orang untuk meninggalkan mereka.
Baca Juga: Sejumlah Akun Media Sosial Fitnah Sarwendah dengan Betrand Peto, Berdampak Negatif ke Anak-anaknya
Sebenarnya tidak ingin didominasi oleh orang lain, sehingga mereka berusaha keras untuk mendominasi orang lain, namun seringkali berakhir di tidak mengenakkan, saat berapa dimana mereka didominasi.
Takut dikhianati oleh orang-orang di sekitarnya, sehingga mereka mungkin bereaksi berlebihan dan menyerang orang-orang yang mereka takuti.
Sibuk menjadi pusat perhatian dan sering kali secara terbuka mengkritik perilaku orang lain (target menyalahkan mereka) dalam upaya untuk mendapatkan simpati dan lebih banyak perhatian dari orang sekitar mereka.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
