Ilustrasi- Membacakan bacaan fiksi untuk mengasah kecerdasan emosional/Freepik
JawaPos.com - Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan anak-anak kita menghadapi masa dewasa.
Kita ingin menambahkan sebanyak mungkin alat ke dalam peralatan mereka agar mereka siap secara fisik, mental, intelektual, spiritual, dan emosional.
Salah satu aspek penting dari perkembangan ini adalah kecerdasan emosional (EQ). Namun, bagaimana kita bisa membesarkan anak-anak dengan kecerdasan emosional? Alat apa yang bisa kita gunakan dan kapan mereka bermanfaat?
Orang dewasa menunjukkan kecerdasan emosional ketika mereka berempati, peka terhadap petunjuk nonverbal tentang perasaan orang lain, menolak bereaksi terhadap penghinaan, dan bisa mendiskusikan topik yang sangat sensitif dengan pemahaman yang tenang tentang gambaran besar.
Keterampilan EQ ini adalah aset berharga untuk setiap hubungan interpersonal, baik di tempat kerja maupun kehidupan rumah tangga.
Sementara orang dewasa dapat menilai diri mereka sendiri dengan mengikuti tes kecerdasan emosional, anak-anak mendekati kecerdasan emosional mereka dengan langkah-langkah kecil seiring dengan pertumbuhan fisik mereka.
Emosi bagi anak-anak adalah kenyataan sehari-hari yang bisa menakutkan dan terasa tidak terkendali. Anak-anak sering kali merasa terbatas dalam cara untuk menghilangkan ketegangan yang mereka ciptakan.
Seperti dalam semua hal yang layak dipelajari, mengatasi emosi membutuhkan latihan, latihan, dan latihan.
Melansir Truity, berikut adalah lima langkah penting untuk membantu anak-anak kita mengembangkan kecerdasan emosional:
1. Belajar Kesadaran Diri
Salah satu alat pertama yang bisa Anda berikan kepada anak Anda adalah kosakata untuk menggambarkan apa yang dia rasakan. Belajar mengenali dan mengidentifikasi emosi membantu mengurangi efeknya.
Tunjukkan apa yang sedang terjadi secara verbal hingga anak Anda bisa melakukannya juga. Menamai emosi yang menakutkan (bagi anak) dapat mengurangi kekuatannya.
Ketika emosi yang kuat terpicu, disarankan bagi anak dan orang tua untuk mengambil waktu sejenak dan bernapas dalam-dalam bersama. Hal ini membantu menurunkan emosi menjadi sesuatu yang dapat dikelola dan diamati.
2. Belajar Bagaimana Menyadari Orang Lain

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
