Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Mei 2024 | 20.41 WIB

Bagaimana Membesarkan Anak dengan Kecerdasan Emosional? Berikut 5 Langkah Mengasah EQ Mereka

Ilustrasi- Membacakan bacaan fiksi untuk mengasah kecerdasan emosional/Freepik

JawaPos.com - Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan anak-anak kita menghadapi masa dewasa.

Kita ingin menambahkan sebanyak mungkin alat ke dalam peralatan mereka agar mereka siap secara fisik, mental, intelektual, spiritual, dan emosional.

Salah satu aspek penting dari perkembangan ini adalah kecerdasan emosional (EQ). Namun, bagaimana kita bisa membesarkan anak-anak dengan kecerdasan emosional? Alat apa yang bisa kita gunakan dan kapan mereka bermanfaat?

Orang dewasa menunjukkan kecerdasan emosional ketika mereka berempati, peka terhadap petunjuk nonverbal tentang perasaan orang lain, menolak bereaksi terhadap penghinaan, dan bisa mendiskusikan topik yang sangat sensitif dengan pemahaman yang tenang tentang gambaran besar.

Keterampilan EQ ini adalah aset berharga untuk setiap hubungan interpersonal, baik di tempat kerja maupun kehidupan rumah tangga.

Sementara orang dewasa dapat menilai diri mereka sendiri dengan mengikuti tes kecerdasan emosional, anak-anak mendekati kecerdasan emosional mereka dengan langkah-langkah kecil seiring dengan pertumbuhan fisik mereka.

Emosi bagi anak-anak adalah kenyataan sehari-hari yang bisa menakutkan dan terasa tidak terkendali. Anak-anak sering kali merasa terbatas dalam cara untuk menghilangkan ketegangan yang mereka ciptakan.

Seperti dalam semua hal yang layak dipelajari, mengatasi emosi membutuhkan latihan, latihan, dan latihan.

Melansir Truity, berikut adalah lima langkah penting untuk membantu anak-anak kita mengembangkan kecerdasan emosional:

1. Belajar Kesadaran Diri

Salah satu alat pertama yang bisa Anda berikan kepada anak Anda adalah kosakata untuk menggambarkan apa yang dia rasakan. Belajar mengenali dan mengidentifikasi emosi membantu mengurangi efeknya.

Tunjukkan apa yang sedang terjadi secara verbal hingga anak Anda bisa melakukannya juga. Menamai emosi yang menakutkan (bagi anak) dapat mengurangi kekuatannya.

Ketika emosi yang kuat terpicu, disarankan bagi anak dan orang tua untuk mengambil waktu sejenak dan bernapas dalam-dalam bersama. Hal ini membantu menurunkan emosi menjadi sesuatu yang dapat dikelola dan diamati.

2. Belajar Bagaimana Menyadari Orang Lain

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore