
Ilustrasi seseorang ynag memiliki kecerdasan emosional
JawaPos.com - Siapa sangka cara Anda tertawa saat mengobrol bisa menjadi indikator seberapa cerdas Anda secara emosional? Ternyata, bukan hanya soal selera humor, tawa adalah "bahasa rahasia" yang digunakan NASA untuk menyeleksi astronot terbaik yang akan dikirim ke luar angkasa.
Istilah personality hire atau perekrutan berdasarkan kepribadian mungkin sering dianggap remeh di dunia kerja modern. Namun, bagi badan antariksa sekelas NASA, kepribadian dan kecerdasan emosional (EQ) justru menjadi faktor penentu hidup dan mati di dalam kapsul sempit sejauh jutaan mil dari Bumi.
Pola unik ini ditemukan setelah NASA meneliti rekaman wawancara para astronot selama puluhan tahun. Hasilnya mengejutkan: ada hubungan langsung antara kemampuan seseorang menyelaraskan tawanya dengan lawan bicara dan tingkat keberhasilan mereka dalam misi yang penuh tekanan.
Dilansir dari YourTango, penemuan ini membuktikan bahwa tawa bukan sekadar respons terhadap hal lucu, melainkan alat komunikasi tingkat tinggi. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa cara Anda tertawa mencerminkan kecerdasan emosional yang Anda miliki.
Rahasia NASA di Balik Seleksi Astronot
Pada tahun 1980-an, NASA menghadapi masalah serius ketika para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mulai mengalami depresi dan sering terlibat pertengkaran. Berada di ruang sempit selama enam bulan berturut-turut ternyata membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan otak atau fisik yang prima.
Menjadi ilmuwan roket saja tidak cukup jika seseorang mudah tersinggung atau sulit bekerja sama dalam tim. Kondisi isolasi yang ekstrem menuntut kepribadian yang mampu bertahan dalam hubungan interpersonal yang sangat menantang di bawah tekanan yang luar biasa berat.
NASA kemudian mulai meneliti kembali rekaman wawancara para astronot sukses untuk mencari pola yang sama. Mereka ingin menemukan apa yang membedakan individu yang mampu menjaga keharmonisan kru dengan mereka yang justru menjadi pemicu konflik di tengah misi.
Penemuan ini kemudian dicatat oleh jurnalis Charles Duhigg dalam bukunya "Supercommunicators". Duhigg menyoroti bagaimana keterampilan komunikasi, termasuk hal sekecil tawa, memengaruhi setiap aspek kehidupan kita, terutama dalam lingkungan kerja yang berisiko tinggi.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
