Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Mei 2024 | 19.59 WIB

Inilah 7 Pengalaman Masa Lalu yang Membuat Anda Terobsesi pada Citra Diri Sendiri dan Penampilan Fisik

Ilustrasi seseorang yang terobsesi pada citra diri sendiri dan penampilan fisik. (Sumber foto: freepik/ Frolopiaton Palm) - Image

Ilustrasi seseorang yang terobsesi pada citra diri sendiri dan penampilan fisik. (Sumber foto: freepik/ Frolopiaton Palm)

JawaPos.com - Masa lalu seringkali menjadi fondasi bagi sikap dan kebiasaan yang Anda miliki sebagai orang dewasa.

Banyak dari Anda mungkin tidak menyadari bahwa pengalaman-pengalaman masa lalu tersebut dapat memiliki dampak yang kuat, terutama dalam hal bagaimana Anda memandang diri sendiri dan citra diri.

Tahukah Anda bahwa ternyata, serangkaian peristiwa masa lalu ini dapat membentuk obsesi yang berlebihan terhadap penampilan dan citra diri Anda di masa dewasa.

Dilansir dari Hack Spirit pada Rabu (8/5), terdapat 7 pengalaman masa lalu yang sering menjadi pemicu kecenderungan seseorang untuk terlalu memperhatikan citra diri dan penampilannya saat dewasa.

1. Sering dikritik saat kanak-kanak

Ketika seseorang mengalami kritik yang konstan selama masa kecilnya, hal itu dapat memengaruhi cara mereka melihat diri sendiri dan orang lain.

Kritik yang terus-menerus dapat membuat seseorang merasa takut untuk dinilai buruk oleh orang lain.

Sebagai tanggapannya, mereka cenderung terbiasa untuk terus memantau dan mengubah citra atau perilaku mereka agar sesuai dengan standar yang diyakininya.

Jika ketakutan ini tidak diatasi, ini bisa berkembang menjadi obsesi terhadap citra diri, di mana setiap kritik negatif dianggap sebagai ancaman terhadap harga diri mereka.

2. Mengalami penolakan

Ketika seseorang mengalami penolakan, hal itu dapat memengaruhi cara mereka melihat diri sendiri dan bagaimana mereka berhubungan dengan orang lain.

Jika seseorang sering ditolak atau merasa tidak diterima oleh teman, kelompok sosial, atau bahkan keluarga, mereka akan merasa tidak berharga dan perlu terus membuktikan nilai mereka.

Untuk mengatasi perasaan-perasaan ini, seseorang bisa menjadi terlalu fokus pada citra diri mereka, dan menganggapnya sebagai cara untuk diterima oleh orang lain dan mencegah penolakan lebih lanjut.

3. Paparan terhadap standar kecantikan yang tidak realistis

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore