Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 April 2024 | 02.05 WIB

5 Ciri Orang yang Tidak Mendapatkan Empati saat Kecil Menurut Psikologi, Salah Satunya Sulit Menjalin Hubungan yang Mendalam

5 sifat yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang kurang mendapat empati dimasa kecil (pexels/Matheus Bertelli) - Image

5 sifat yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang kurang mendapat empati dimasa kecil (pexels/Matheus Bertelli)

JawaPos.com – Berbicara tentang empati agaknya tidak akan pernah ada habisnya. Namun, ini adalah hal yang sangat penting.

Beberapa peneliti menyatakan bahwa empati adalah bagian penting untuk membuat orang menjadi lebih baik. 

Sebagaimana dicatat oleh Karina Schumann, seorang profesor psikologi sosial, “empati adalah prediktor kuat terhadap hal-hal yang kita anggap sebagai perilaku positif yang bermanfaat bagi masyarakat, individu, dan hubungan.”

Bahkan rata-rata orang sepertinya setuju. Dalam survei yang dilakukan Ernst and Young, 86 persen responden percaya bahwa kepemimpinan yang berempati di perusahaan meningkatkan semangat kerja, sementara 87 persen mengatakan hal itu “penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif.” 

Namun, tidak semua orang cukup beruntung untuk tumbuh dalam lingkungan di mana empati dipupuk, dan sudah pasti bahwa pengalaman masa kecil akan mengikuti kita hingga dewasa.

Lalu, bagaimana kurangnya empati di masa kanak-kanak dapat mempengaruhi seseorang saat dewasa? Tentu saja hal itu bisa berdampak besar pada kepribadian dan perilaku.

Hari ini, kita akan membahas lima sifat yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang kurang mendapat empati dimasa kecil seperti yang dikutip dari ideapod.com, Rabu (17/4).

  1. Mereka mengabaikan perasaan orang lain 

Sebagaimana dicatat oleh Psych Central, komunikasi kita di masa dewasa sering kali mencerminkan dinamika komunikasi yang kita amati dan alami di tahun-tahun awal kita.

Orang yang tumbuh dengan orang tua yang kurang berempati mungkin pernah mendengar ungkapan seperti “Berhenti menangis; itu bukan masalah besar” atau “Saya tidak ingin mendengar tentang masalah Anda.”

Jadi apa yang mereka lakukan?

Mereka mengulangi gaya komunikasi yang sama seperti orang dewasa. Dalam hubungan romantis, mereka juga mungkin menanggapi kerentanan dengan kalimat seperti “Mengapa kamu mempermasalahkan hal ini?” atau “Kamu terlalu sensitif.” 

Di tempat kerja, hal ini mungkin bermanifestasi sebagai tanggapan yang meremehkan ide rekan kerja atau kurangnya dukungan terhadap kesejahteraan emosional anggota tim. Seperti yang mungkin Anda bayangkan, hal ini dapat membuat Anda sulit terhubung secara emosional dengan orang lain.

  1. Mereka kesulitan memahami perasaan orang lain 

Orang-orang yang tidak menerima banyak empati semasa kanak-kanak tidak hanya tidak bisa mendengar perasaan orang lain, mereka benar-benar kesulitan memahaminya. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore