Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 14.42 WIB

Simak 5 Manfaat Berteman yang Perlu Ditanamkan kepada Anak, Salah Satunya Menumbuhkan Rasa Empati

Ilustrasi anak yang memiliki teman banyak yang bisa melatih berbagi (pexels/Yan Krukau)

JawaPos.com – Orang tua yang bijak tentu memberikan arahan dan nasihat kepada anak mereka tentang pertemanan. Anak perlu diberikan ruang yang luas untuk pergaulan, namun mereka tetap di bawah pengawasan orang tua.

Artinya, orang tua boleh mengawasi dengan siapa anaknya berteman dan bagaimana lingkungan dan lingkaran pertemanan mereka. Namun, tidak boleh membatasi.

Memilih teman memang menjadi hal yang perlu Anda perhatikan sebagai orang tua. Selektif dalam memilih teman dan lingkaran pergaulan juga sangat penting karena bisa menentukan sifat dan karakter anak.

Di sisi lain, orang tua juga memberikan pemahaman ke anak tentang manfaat berteman.

Dilansir dari laman Apple Tree Pre School, terdapat 5 manfaat berteman yang perlu ditanamkan ke anak:

  1. Bisa melancarkan komunikasi

Manfaat pertama yang diperoleh anak saat berteman adalah bisa melancarkan komunikasi. Dengan menjalin pertemanan, maka anak akan sering berinteraksi mulai dari ngobrol, melatih menyampaikan sesuatu, berpendapat, berkomentar hingga mengkritik antar sesama teman.

Jika anak Anda pendiam, maka bisa diarahkan untuk berteman. Meskipun tidak bisa langsung, hal ini bisa dilakukan dengan pendekatan pelan-pelan.

  1. Melatih berbagi

Selain komunikasi anak menjadi lancar, berteman bisa melatih anak untuk berbagi. Dengan berteman, anak akan berlatih berbagi secara alami tanpa diatur oleh orang tua.

Dimulai dari hal yang sederhana, misalnya berbagai makanan saat jam istirahat sekolah atau meminjamkan pensil di kelas. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk menumbuhkan karakter dan nilai kebaikan.

  1. Menumbuhkan sifat empati

Empati sendiri diartikan sebagai sesuatu yang ikut merasakan hal atau keadaan yang dialami orang lain. Dengan berteman, anak bisa memiliki kepekaan sosial untuk memosisikan diri menjadi orang lain.

Misalnya ketika temannya terjatuh saat bermain sepak bola. Di sini anak menjadi peka untuk segera membantu atau meminta pertolongan ke gurunya. Hal ini dilakukan karena anak ikut merasakan sakit saat jatuh sehingga segera meminta bantuan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore