
Ilustrasi psikopat.
JawaPos.com - Psikopat mengacu pada seseorang yang tidak mengikuti norma moral masyarakat dan kurang berempati. Biasanya, psikopat tidak berperasaan, manipulatif, dan penipu. Mereka sering melakukan tindakan kekerasan, pencurian, atau penipuan untuk membuat orang lain melakukan apa yang mereka inginkan.
Seseorang yang menunjukkan psikopati tidak memiliki empati, rasa malu, dan penyesalan yang menyebabkan mereka terus-menerus melanggar hak dan kesejahteraan orang lain.
Penelitian menunjukkan bahwa tingkat psikopati pada populasi umum adalah sekitar 1,2 persen. Laki-laki secara signifikan lebih mungkin untuk menunjukkan ciri-ciri psikopat dibandingkan perempuan.
Tanda-Tanda Seorang Psikopat
Dikutip dari Verywellhealth.com, Jumat (12/4), kebanyakan orang yang menunjukkan psikopati mulai menunjukkan sifat-sifat antisosial selama masa kanak-kanak, seringkali sebelum usia 10 tahun. Namun, seseorang dapat mengembangkan sifat-sifat psikopat di kemudian hari.
Beberapa ciri dan kecenderungan kepribadian yang terkait dengan psikopati meliputi:
- Kurangnya empati
- Impulsif
- Kemarahan yang tidak terkendali
- Keinginan yang kuat akan kegembiraan, hal baru, dan penghargaan
- Berbohong tanpa alasan yang jelas
- Mendominasi
- Egois
- Arogan
Penyebab Seseorang Menjadi Psikopat
Tidak ada penyebab pasti dari psikopati. Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan faktor yang berkontribusi, termasuk:
- Genetik
Psikopati sering diturunkan dalam keluarga. Penelitian pada saudara kembar dan keluarga menunjukkan bahwa variasi genetik sering berperan dalam pewarisan sifat-sifat psikopat
- Struktur otak
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan psikopati mengalami gangguan fungsi di beberapa area otak, seperti korteks prefrontal (yang terlibat dalam pemikiran kompleks, pengambilan keputusan, dan perencanaan) dan amigdala (yang terlibat dalam pemrosesan emosi, terutama rasa takut).
- Trauma masa kanak-kanak
Trauma masa kanak-kanak, seperti pelecehan fisik, pelecehan seksual, atau kekerasan secara emosional, serta paparan terhadap kekerasan dalam rumah tangga di rumah, secara signifikan meningkatkan risiko psikopati, terutama jika seseorang secara genetik sudah memiliki kecenderungan mengalaminya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
