
Ilustrasi traveler terjebak bencana alam. (Sumber: freepik).
JawaPos.com - Serangkaian kejadian alam yang menghantui Indonesia belakangan ini telah membuat warga menyadari betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana tersebut, sebagaimana yang sering dikemukakan dalam prinsip Safety First.
Prioritas utama saat beraktivitas adalah keselamatan. Kesiapan keselamatan menjadi hal yang paling penting dalam setiap kegiatan sehari-hari, baik itu dalam lingkup pekerjaan maupun aktivitas lainnya.
Sebagian bencana alam tidak dapat dihindari dan dapat terjadi kapan saja, bahkan saat sedang melakukan perjalanan.
Banjir, gempa bumi, tsunami, dan angin topan merupakan contoh bencana alam yang sering terjadi ketika sedang bepergian.
Sebagai traveler, tentunya harus mempersiapkan segalanya sebelum berangkat traveling, tidak terkecuali mengantisipasi jika terjadi bencana alam.
Dikutip dari National Geographic, Kamis (21/3), terdapat sepuluh cara yang dapat dilakukan agar tetap aman selama bencana terjadi saat traveling.
Hindari menggunakan air terkontaminasi
Setelah terjadinya bencana alam, terutama banjir, kemungkinan besar air minum akan menjadi tidak layak konsumsi lagi. Air bersih akan terkontaminasi oleh berbagai zat, termasuk kotoran manusia dan hewan.
Dalam situasi tersebut, satu-satunya opsi yang aman adalah menggunakan air kemasan untuk minum, memasak, dan membersihkan diri.
Alternatif lainnya adalah dengan merebus air sebelum digunakan, karena hal ini dapat membunuh bakteri dan parasit yang bisa menyebabkan penyakit.
Jika tidak memungkinkan untuk memasak air, disinfektan seperti klorin atau yodium dapat digunakan.
Tetapi, penting untuk diingat bahwa air yang telah terkontaminasi dengan bahan kimia beracun tidak akan menjadi aman untuk digunakan, meskipun telah direbus atau menggunakan disinfektan.
Cari tempat lebih tinggi
Ini sebagai langkah pencegahan terhadap potensi tsunami setelah gempa bumi. Contohnya, jika Anda berada di pantai saat terjadi gempa dan ada kemungkinan tsunami, carilah lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari gelombang tinggi yang mungkin terjadi akibat tsunami.
Tetap Tenang

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
