
Ilustrasi daftar resolusi tahun baru
JawaPos.com–Dunia masih gegap gempita dengan sisa-sisa perayaaan pergantian tahun dari 2023 menuju 2024. Begitu juga dengan sosial media, berbagai ucapan dan konten tahun baru pun turut malang-melintang di linimasa berbagai platform.
Momen pergantian tahun selalu identik dengan perayaan yang meriah. Namun di sisi lain, menuju tahun baru juga sekaligus menjadi evaluasi untuk diri sendiri, tentang pencapaian, mimpi-mimpi, hingga resolusi.
Resolusi menjadi bahasan yang hampir setiap tahun berulang. Biasanya, setiap orang akan ramai-ramai mencatat daftar resolusi mereka untuk tahun berikutnya, tentang apa-apa yang belum terpenuhi di tahun sebelumnya.
Umumnya, mereka berharap tahun baru menjadi tahun keberuntungan, baik tentang karir, perjalanan hidup, kondisi diri sendiri, jodoh atau mimpi-mimpi lainnya yang ingin diraih.
Namun begitu, dewasa ini, resolusi menjadi seperti angin lalu belaka. Tak sedikit orang-orang yang menginjak dewasa, mulai tak peduli lagi tentang resolusi.
Diwakili oleh sosial media, banyak yang mengatakan bahwa ‘tak perlu muluk-muluk soal resolusi, bisa tetap hidup saja sudah baik’.
Tentu bukan tanpa alasan. Boleh jadi, mereka adalah orang-orang yang pernah sebegitu menggebunya soal resolusi di tahun-tahun sebelumnya. Apa-apa yang sudah mereka catat dan rencanakan sebagai resolusi, acap kali tak berjalan sebagaimana mestinya.
Entah karena kendala pada diri sendiri yang kurang mengikat komitmen, atau terjadinya hal-hal di luar prediksi yang membuat rencana menjadi berantakan. Melihat fenomena ini, lantas apakah benar resolusi mulai tak penting lagi bagi kehidupan kebanyakan orang?
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, menanggapi tentang hal itu. Dia menuturkan, meski sosial media menampilkan gambaran tentang tidak pentingnya resolusi, namun Novi dengan tidak sejalan dengan itu.
Dilansir dari Antara, Senin (1/1), Novi mengatakan bahwa apapun situasi dan kondisinya, resolusi tetap dibutuhkan oleh setiap orang, untuk menjalin komitmen dengan dirinya sendiri seiring berjalannya waktu menuju masa depan.
“Membangun resolusi itu perlu karena manusia itu berbeda dengan makhluk hidup lain. Bedanya, salah satu hal yang utama adalah manusia memiliki kesadaran diri yang digunakan untuk membuat pemikiran-pemikiran prediktif dalam hidup,” kata Novi.
Ia menjelaskan, resolusi sejatinya tak harus dibuat saat tahun baru dan tak melulu sesuatu yang besar. Resolusi bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari seseorang.
Misalnya, ingin bangun lebih pagi esok harinya, mulai mengkonsumsi makanan sehat, mulai membiasakan minum air putih lebih banyak, berangkat kerja lebih awal, dan lain-lain.
“Itu bagus dan butuh momen karena kalau nggak, ada nggak sih manusia yang nggak punya resolusi atau cita-cita? Ada, sehingga butuh momen untuk merefleksi dia mencatat capaian apa yang sudah dibuat dan perbaikan apa yang ingin dia lakukan untuk ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, berbicara soal kegagalan yang terjadi saat menjalankan proses itu, Novi menyebut hal itu wajar. Terwujud atau tidaknya sebuah resolusi, tergantung bagaimana seseorang tersebut erat mengikat komitmennya untuk diri sendiri.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
