Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Juli 2023, 23.19 WIB

Terapi Wicara untuk Speech Delay Murni: Didominasi Aktivitas Bermain, Perbanyak Stimulasi di Rumah

DENGAN GESTUR: Banyak aktivitas stimulasi yang bisa dilakukan ortu di rumah. Di antaranya, sering mengajak bicara anak, menamai benda-benda di sekitar. - Image

DENGAN GESTUR: Banyak aktivitas stimulasi yang bisa dilakukan ortu di rumah. Di antaranya, sering mengajak bicara anak, menamai benda-benda di sekitar.

Ketika mendapati si kecil terlambat bicara, sebagaimana pembahasan pada Parenting pekan lalu, mencari tahu penyebabnya penting dilakukan. Semakin cepat diberikan terapi wicara, semakin cepat perkembangan bicara anak. Namun, tidak semua kasus keterlambatan bicara merupakan speech delay murni.

---

PADA speech delay murni, kemampuan bicara anak masih bisa dikejar. Selama anak menoleh saat dipanggil, paham ketika diajak bicara dan diberi perintah, serta bisa menunjuk, meski bicaranya belum lancar, hal itu masih berada dalam batas wajar. Biasanya, pada usia 2–3 tahun, si kecil mulai bisa berbicara hingga lancar.

”Kalau usia 4–5 tahun ke atas belum bisa bicara, bisa jadi bukan speech delay lagi, tapi sudah masuk ke gangguan bahasa. Sebab, speech delay murni pada usia di atas 24–36 bulan. Minimal sudah menguasai beberapa kata,” terang Epipania Julianti STrKes.

Permasalahan speech delay pada anak yang sudah lebih besar umumnya hanya artikulasi yang belum jelas. Epipania menuturkan, persoalan itu wajar dialami anak yang memiliki riwayat speech delay murni saat kecil. Bukan belum bisa bicara.

”Misal, kalau ngomong suka masih ’cuka’. Itu nanti terapinya untuk gangguan bunyi bicara. Memang, bagi yang punya riwayat speech delay, artikulasinya juga agak molor,” papar terapis wicara RS Katolik St Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya tersebut.

Lain halnya dengan speech delay yang mengarah pada gangguan berbahasa. Keterlambatan bicara yang terjadi diikuti gejala lain. Di antaranya, tidak menoleh saat namanya dipanggil, tidak menyadari keberadaan orang lain, tidak paham saat diajak bicara, dan cenderung menyendiri.

”Anak kecil umumnya suka ditemani saat main. Namun, anak dengan gangguan berbahasa, yang nanti diasesmen lebih lanjut dengan kemungkinan diagnosis lainnya, cenderung menyendiri, bahkan tidak punya minat untuk bermain,” ungkap Epi, sapaannya.

Karena itu, akan dilakukan asesmen dan skrining lebih dulu guna mengetahui kondisi yang dialami merupakan speech delay murni atau mengarah pada gangguan berbahasa. Sebab, penanganan terapinya berbeda. Speech delay murni cukup diintervensi dengan terapi wicara dan stimulasi di rumah

Sebaliknya, gangguan berbahasa lebih kompleks. ”Tidak cukup terapi wicara dari psikolog, psikoterapi, dan okupasi terapi. Kalau speech delay murni tidak perlu sensori integritas, dengan terapi wicara sebulan saja umumnya sudah terlihat progres,” katanya.

Terapi wicara untuk anak speech delay murni dikemas dengan aktivitas bermain. Terapis biasanya akan menanyakan kepada orang tua aktivitas atau permainan yang disukai anak. Misalnya, bermain role-play atau bernyanyi.

”Ada beberapa ortu yang bertanya-tanya kok terapinya cuman bermain? Ya, memang anak kecil dunianya masih bermain, ya. Jadi, terapinya dengan bermain, tapi terarah,” tutur Epi.

Anak juga akan diajak komunikasi dengan memintanya menirukan dan menjawab pertanyaan. Lalu, belajar kata paling dasar seperti ”iya”, ”mau”, dan ”lagi” hingga belajar kata benda.

Terapis juga akan mengajak anak melakukan aktivitas dengan gestur seperti tepuk tangan, tos, menunjuk gambar atau benda, bersalaman, bye-bye atau dadah, dan sebagainya. ”Kata benda itu paling gampang dipahami anak. Biasanya dimulai dari anggota tubuh sendiri seperti pipi, mata, dan lainnya,” ujar Epi.

Keberhasilan terapi wicara pada speech delay sangat ditunjang kontribusi ortu. Tidak sekadar ”melimpahkan tugas” kepada terapis wicara. Ortu juga harus rajin memberikan stimulasi di rumah. Karena itu, ortu diharapkan terlibat dan memperhatikan proses terapi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore