
Ilustrasi pasangan siap menikah, salah satu aspek yang perlu dipersiapkan adalah masalah pendanaan
JawaPos.com - Kecocokan dan chemistry akan membangun hubungan menjadi lebih kokoh. Terkadang ketika sudah menikah, hati kecil seseorang masih bertanya-tanya apakah istri atau suami memang orang yang tepat untuk menjadi jodoh mereka.
Untuk mencari tahu apakah seseorang telah menemukan pasangan sempurna terkadang memang sulit karena tidak ada aturan yang diterapkan secara universal saat memilih pasangan untuk menikah. Semua orang mencari cinta dan hubungan yang sehat.
Sebuah jajak pendapat 2010 yang dilakukan oleh Pew Research Center menemukan bahwa sebagian besar responden menyatakan cinta sebagai alasan utama untuk menikah.
Faktor lain yang mempengaruhi keputusan untuk menikah adalah komitmen, persahabatan, stabilitas keuangan, dan memiliki anak.
Sementara kebanyakan orang menikah dengan tujuan untuk tetap bersama sampai maut memisahkan. Faktanya 40 sampai 50 persen dari semua pernikahan berakhir dengan perceraian. Dilansir dari YourTango, Senin (15/8), ada 4 tanda atau bukti bahwa pasangan Anda saat ini memang jodoh.
1. Kepuasan Hubungan
Menurut pakar pelatih hubungan dan penulis Kira Asatryan, tingkat kepuasan hubungan yang tinggi merupakan indikator yang baik bahwa semuanya berjalan baik dalam hubungan. Asatryan menyimpulkan bahwa kepuasan dan kebahagiaan dalam hubungan berarti kedua pasangan memenuhi kebutuhan mereka dalam hubungan mereka. Semua saling melengkapi.
Ada 4 indikator mengukur kepuasan dan kebahagiaan dalam pernikahan. Yaitu seks, kedekatan emosional, komunikasi, dan keuangan. Jika Anda puas dalam sebagian besar atau semua aspek hubungan ini, tidak ada alasan bagi Anda untuk ragu.
2. Respons yang Baik
Indikator bagus lainnya ketika ia jodoh adalah bahwa mereka responsif terhadap Anda dan sebaliknya. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, kualitas suatu hubungan tergantung pada keyakinan bahwa pasangan Anda memahami, menghargai, dan mendukung aspek-aspek penting dari kepribadian Anda. Selain itu, orang yang menganggap pasangannya responsif terhadap kepribadian dan kebutuhan pasangan, akan membuat mereka lebih dekat, dan berkomitmen pada hubungan.
3. Lama hubungan
Ketika jatuh cinta, wajar jika kita merasa ingin menghabiskan sisa hidup kita dengan orang ini. Cinta harus terus dipupuk. Saat jatuh cinta, kita mengalami perasaan tergila-gila pada awal hubungan. Pertanyaannya, berapa lama perasaan ini bertahan menjadi dasar yang kuat? Menurut Thomas R. Lee, Ph.D. dari Department of Family and Human Development di Utah State University, semakin lama srseorang mengenal pasangannya, semakin besar kemungkinan hubungan menjadi komitmen seumur hidup.
4. Konflik Cepat Selesai
Psikiater Mark Banschick, M.D., menjelaskan bahwa kehidupan rumah tangga bercerita banyak tentang kualitas hubungan. Masalah di dalam rumah tangga pasti selalu ada. Pasangan yang memulai konflik, tanpa alasan, mungkin bukan pilihan yang baik untuk kehidupan pernikahan. Segalanya akan menjadi lebih rumit ketika anak-anak dan keuangan. Sebaliknya, ketika pasangan saling mengerti dan mudah memaafkan serta saling mengalah, maka konflik akan cepat selesai.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
