
Ilustrasi. Pria memiliki alasan yang tak biasa ketika memutuskan untuk berselingkuh. (Divorced Moms)
JawaPos.com - Selingkuh atau pengkhianatan adalah pelanggaran dalam hubungan yang sulit untuk dimaafkan. Selingkuh dilakukan di belakang pasangan dengan tujuan memuaskan diri sendiri. Lalu apa sih alasan seseorang berselingkuh?
Dilansir dari Scientific American, Kamis (9/9), Psikolog Profesor Gary W. Lewandowski, Jr., dariMonmouth University mengatakan ada banyak alasan mengapa orang selingkuh, dan polanya lebih kompleks daripada yang disarankan oleh stereotip umum. Sebuah studi terbaru menyoroti motivasi tersebut.
Penyelidikan tersebut melibatkan 495 orang (87,9 persen di antaranya diidentifikasi sebagai heteroseksual). Mereka direkrut melalui kelompok peserta di sebuah universitas besar AS dan disurvei melalui Reddit dengan tema hubungan.
Para peserta mengaku selingkuh dalam hubungan mereka dan menjawab pertanyaan seperti 'Mengapa Anda melakukannya?'.
Sebuah analisis mengungkapkan ada delapan alasan utama. Apa saja?
Marah pada pasangan, harga diri, kurangnya cinta, komitmen rendah, kebutuhan akan variasi, pengabaian, hasrat seksual, dan situasi atau keadaan. Motivasi-motivasi ini tidak hanya memengaruhi mengapa orang berselingkuh tetapi berapa lama mereka melakukannya.
Bukan Hanya Seks Tapi Kenyamanan
Meskipun sebagian besar perselingkuhan melibatkan seks, jarang yang melakukan hanya tentang seks itu sendiri. Sebagian besar peserta merasakan kenyamanan dan adanya keterikatan emosional dengan pasangan selingkuhan. Itu karena mereka merasa diabaikan atau kurangnya cinta dalam hubungan utama mereka.
Sekitar dua pertiga partisipan (62,8 persen) mengaku mengungkapkan adanya rasa nyaman dan sayang terhadap pasangan baru mereka. Dan dengan proporsi yang hampir sama (61,2 persen) terlibat dalam dialog eksplisit secara seksual. Sekitar 4 dari 10 (37,6 persen) melakukan percakapan intim, sementara 1 dari 10 (11,1 persen) sudah terlanjur cinta.
Sebagian besar aktivitas seksual terbatas pada berciuman (86,7 persen) dan berpelukan (72,9 persen). Faktanya, penelitian tersebut menemukan bahwa hanya separuh dari para pelaku selingkuh yang dilaporkan tidur dengan selingkuhannya.
Pada akhirnya, hanya sepertiga peserta yang akhirnya mengakui perselingkuhan tersebut kepada pasangan utama mereka. Perempuan lebih cenderung mengaku daripada pria.
Jadi, apakah perselingkuhan benar-benar merupakan perusak hubungan? Selingkuh lebih mungkin untuk mengakhiri suatu hubungan ketika itu muncul dari kemarahan, kurangnya cinta, komitmen rendah atau pengabaian. Anehnya, hanya satu dari lima (20,4 persen) hubungan yang berakhir karena perselingkuhan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
