
Pengrajin menyelesaikan proses produksi batik seraci bermotif budaya betawi di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/9/2020). Kerajinan Batik seraci industri rumahan tersebut sudah dipasarkan secara nasional melalui sistem daring dengan harg
JawaPos.com - Selamat Hari Batik Nasional. Sejumlah laman di media sosial sudah mulai diwarnai oleh gaya masyarakat, tokoh, dan selebriti yang mengenakan kain batik. Diharapkan, batik tidak hanya sekadar simbol tetapi harus dimaknai sejarah dan budayanya.
Batik merupakan sebuah warisan budaya tak benda dari Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tanggal 29 September 2009 di Abu Dhabi-Uni Emirat Arab. Untuk mempertahankan pengakuan UNESCO untuk Batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda, diperlukan tindakan nyata untuk memenuhi komponen penilaian dari UNESCO yaitu preservasi, edukasi dan inspirasi kepada masyarakat terhadap aset yang dimiliki.
2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Namun sayangnya setiap peringatan Hari Batik Nasional seringkali hanya dirayakan sebagai seremoni. Masyarakat diminta jangan hanya memaknai batik sekadar simbol.
"Hari batik selayaknya dirayakan tak hanya postingan di media sosial," tegas Desainer Didiet Maulana kepada JawaPos.com, Jumat (2/10).
Menurutnya, budaya cinta batik jangan hanya dimaknai sekadar mengenakan busana batik lalu dibubuhkan dengan tanda pagar (hashtag). Akan tetapi menghargai karya batik bisa dengan membeli batik tulis ataupun cap. Bukan batik cetak (printing) dari mesin.
"Mari tunjukkan cinta batik dengan membeli karya batik tulis dan cap agar para pembatik dan pengusaha batik bisa tetap lestari usahanya," kata Didiet.
Hal senada diungkapkan oleh Pengajar Teknik Batik di Museum Tekstil, Sugeng Riadi. Dia mengajak para milenial bisa menghargai karya para perajin batik. Menurutnya agar milenial menghargai kain batik, mereka harus mempelajari proses pembuatannya maka nanti mereka akan menghargai bahwa batik itu benar2'warisan budaya nenek moyang kita.
"Yang perlu diingat untuk kaum milenial kalau kita bicara batik, kita harus bicara proses pembuatannya. Maka seseorang itu akan memghargai batik. Kalau hanya sbatas memakai belum cukup. Karena batik warisan budaya. Bagaimana kita menghargai proses pembuatannya dari kain polos hingga menjadi kain bermotif dengan teknik batik," tegas Sugeng.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vQHZyMxAIog&ab_channel=jawapostvofficial

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
