Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Agustus 2018 | 15.05 WIB

Ikut Awasi Kosmetik Berbahaya, Beauty Influencer Wajib Catat Merek Ini

Ilustrasi. Beauty influencer dan MUA diminta waspadai kosmetik berbahaya. - Image

Ilustrasi. Beauty influencer dan MUA diminta waspadai kosmetik berbahaya.

JawaPos.com - Harus diakui ketika ingin menggunakan produk kosmetik yang aman dan baik, kadang konsumen harus mengeluarkan biaya besar. Saat ini, beberapa merek kosmetik ternama yang digunakan selebgram, beauty vlogger, influencer serta Make-up Artist (MUA) tak jarang diikuti para pengikutnya untuk tampil cantik.


Namun sayangnya, saat ini beredar merek kosmetik ternama yang dipalsukan. Tentunya harga yang ditawarkan pun lebih murah. Sehingga dalam hal ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI meminta para selebgram, beauty vlogger, influencer serta Make-up Artist (MUA) diminta untuk lebih selektif memilih produk kosmetik. 


BPOM sendiri memang telah menemukan merek kosmetik yang diduga kuat mengandung bahan berbahaya di dalamnya. "Kosmetik tersebut ditemukan dan disita BPOM RI di daerah Jakarta dan Serang dalam 3 bulan terakhir ini. Beberapa temuan tersebut merupakan merek yang dipalsukan," tegas Kepala BPOM RI Penny K. Lukito dalam keterangannya beberapa waktu lalu.


Apa saja merek kosmetik ternama yang dipalsukan? Temulawak Two Way Cake, New Papaya Whitening Soap, NYX Pensil Alis, MAC Pensil Alis, Revlon Pensil Alis, Collagen Plus Vit E Day and Night Cream, Cream Natural 99, SP Whitening and Anti Acne, Quine Pearl Cream, Citra Day Cream, Citra Night Cream, serta La Widya Temulawak.


Selama tahun 2018, BPOM RI setidaknya telah menyita kosmetika ilegal senilai Rp 106,9 miliar. Penny menjelaskan tingginya angka temuan kosmetik ilegal yang terjadi secara masif di seluruh Indonesia menunjukkan adanya permintaan yang tinggi dari masyarakat terhadap produk kosmetika.


"Untuk itu, belajar dari kasus-kasus produksi dan distribusi kosmetik ilegal di seluruh Indonesia, BPOM RI tak hentinya mengimbau kepada para konsumen untuk bijak dalam memilih produk kosmetika dan tidak tergiur dengan iklan-iklan menyesatkan atau harga yang tidak wajar," katanya.

BPOM berharap melalui selebram dan anak muda pula, bisa mengajak masyarakat menggunakan kosmetik yang aman dan bermutu. Anak muda juga didorong untuk melaporkan kecurigaan terhadap kosmetik palsu dan jangan tergiur dengan harga yang murah.


Sebelumnya, BPOM RI telah melakukan kegiatan edukasi di Bandung dan Denpasar. Melalui kegiatan kampanye yang diikuti oleh komunitas remaja tingkat Sekolah Menengah Atas, Perguruan Tinggi, serta lembaga pemerintah, BPOM RI mengharapkan agar masyarakat Indonesia, terutama generasi milenial, dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuannya akan bahaya kosmetika mengandung bahan dilarang atau berbahaya.


"Generasi milenial diharapkan menjadi agent of change dalam penyebarluasan informasi keamanan kosmetika bagi teman dan lingkungannya," tutup Penny. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore