
Pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (6/6/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menambah jalur sepeda sepanjang 101 kilometer di Jakarta pada tahun 2021 yang bertujuan untuk memfasilitasi warga agar dapat bersepeda
JawaPos.com - Menjalani hobi yang sesuai dengan preferensi individu saat pandemi penting untuk mengurangi stres, kata dokter saraf Dewanta Sembiring dari Universitas Sam Ratulangi, Manado.
"Agar hidup lebih sehat, kita harus menghindari stres salah satunya dengan menjalani hobi. Me time (waktu berkualitas untuk diri sendiri) harus ada," kata Dewanta dalam webinar, Rabu (8/9).
Stres adalah reaksi yang normal dirasakan oleh setiap orang. Menurut Dewanta, gejalanya akan bervariasi pada setiap individu. Ada yang merasa jantungnya berdebar-debar saat stres, ada juga yang pusing bahkan mengalami diare. Apa pun gejala yang dirasakan, stres harus dikontrol secara bijak oleh setiap orang.
"Misalnya kita perlu melihat segala permasalahan dari sudut yang lain, kalau perlu curhat sama teman atau saudara, penting juga mendekatkan diri dengan Tuhan," katanya.
Stres tak hanya disebabkan oleh hal-hal buruk atau kejadian yang tak diinginkan, tekanan ini juga bisa disebabkan oleh kejadian membahagiakan seperti menyongsong pernikahan, kelahiran buah hati atau promosi naik pangkat di kantor. "Kita harus pandang stres dengan berbagai sudut, jangan jadikan beban," katanya.
Faktor-faktor lain agar hidup sehat kala pandemi meliputi istirahat cukup sekitar 6-8 jam per hari dan kontrol ke dokter secara rutin, juga pengaturan pola makan yang sehat.
Dia mengingatkan untuk mengonsumsi garam dan gula secara cukup, jangan berlebihan untuk mengurangi risiko hipertensi. Makanan asin yang membuat ketagihan seperti keripik, makanan kaleng, minuman soda juga tidak dianjurkan dikonsumsi terlalu banyak.
Mengonsumsi terlalu banyak garam membuat potensi terkena hipertensi menjadi tinggi, sementara hipertensi adalah faktor risiko dari stroke. Selain itu, mengurangi makanan dan minuman yang manis juga perlu untuk mencegah risiko penyakit diabetes. Gaya hidup seperti olahraga teratur juga perlu dilakukan. (*)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
