
ilustrasi kebiasaan yang harus ditinggalkan di usia 70-an agar tetap sehati, awet muda, dan berenergi (Geediting)
JawaPos.com - Banyak orang mengira usia 70-an identik dengan penurunan fisik dan mental. Padahal kenyataannya, tidak sedikit lansia yang justru terlihat lebih segar, aktif, dan bersemangat dibandingkan mereka yang jauh lebih muda.
Rahasianya bukan semata faktor genetik atau finansial, melainkan kebiasaan hidup yang mereka pertahankan—dan kebiasaan yang berani mereka tinggalkan.
Dikutip dari laman Geediting, Rabu (24/12), para lansia yang tetap terlihat muda dan bugar umumnya telah melepaskan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang diam-diam mempercepat penuaan.
Berikut 10 kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan di usia 70-an agar tetap hidup sehat, ceria, dan penuh vitalitas.
Mengenang masa lalu memang menyenangkan, tetapi hidup di dalamnya justru membuat seseorang kehilangan momen hari ini. Terlalu sering membandingkan masa sekarang dengan masa lalu hanya akan menciptakan rasa kecewa dan stagnasi.
Hidup yang sesungguhnya terjadi di masa kini. Fokus pada apa yang masih bisa dinikmati dan dikembangkan hari ini jauh lebih menyehatkan secara mental.
Enggan mempelajari teknologi bukan lagi hal lucu, melainkan berisiko membuat seseorang terisolasi. Komunikasi keluarga, layanan kesehatan, hingga aktivitas sehari-hari kini banyak bergantung pada teknologi digital.
Tidak perlu menjadi ahli, cukup memahami dasar-dasarnya agar tetap terhubung dengan dunia dan orang-orang tercinta.
Di usia 70-an, tubuh membutuhkan perhatian lebih, bukan pengabaian. Pola makan sembarangan, malas bergerak, dan mengabaikan pemeriksaan kesehatan justru mempercepat penurunan kondisi fisik.
Mendengarkan sinyal tubuh dan merawatnya dengan bijak adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri.
Waktu menjadi semakin berharga seiring bertambahnya usia. Menghabiskannya dengan orang-orang yang menguras energi hanya akan mengganggu kesehatan emosional.
Menjaga jarak dari hubungan toksik bukan berarti egois, melainkan bentuk perlindungan diri dan ketenangan batin.
Kemandirian memang baik, tetapi menolak bantuan saat dibutuhkan justru bisa berbahaya. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan kecerdasan dalam menjaga keselamatan dan kualitas hidup.
Selain itu, memberi kesempatan orang lain membantu juga memberi mereka rasa berarti.
Kalimat “saya sudah terlalu tua untuk belajar” adalah salah satu pemicu penuaan mental tercepat. Otak membutuhkan tantangan agar tetap tajam, sama seperti otot yang perlu digerakkan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
