
Ilustrasi seorang pengemudi yang menepi sejenak karena mengalami gejala microsleep akibat kelelahan. (Freepik)
JawaPos.com - Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu yang sangat singkat, biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik tanpa disadari. Keadaan ini terjadi ketika otak mengistirahatkan mata dan pikiran sejenak akibat kelelahan ekstrem atau kurang tidur.
Meskipun hanya tertidur selama beberapa detik, seseorang akan masuk ke titik terdalam dan kehilangan kesadaran sesaat. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya fokus dan respons terhadap lingkungan sekitar.
Microsleep dapat terjadi kapan saja, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas yang bersifat monoton atau membosankan. Kondisi ini umumnya dialami saat membaca buku, menghadiri rapat atau seminar, menonton tv dan yang paling berbahaya adalah saat mengemudikan kendaraan.
Microsleep berbeda dari micronap atau yang juga dikenal dengan power nap. Micronap dilakukan secara sengaja dengan tidur singkat selama sekitar 20–30 menit pada waktu yang teratur setiap hari untuk memulihkan energi. Sebaliknya, microsleep terjadi secara tanpa disengaja dan biasanya saat seseorang tengah beraktivitas.
Penyebab Microsleep Bisa Terjadi
Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya microsleep. Faktor yang pertama adalah kurang tidur, terutama jika seseorang tidur kurang dari 7 jam setiap malam sehingga otak akan cepat mengalami kelelahan.
Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau narkolepsi juga meningkatkan risiko munculnya kondisi ini. Selain itu, aktivitas yang monoton atau membosankan, seperti mengemudi di jalan lurus atau mengetik dalam waktu lama, dapat memicu microsleep tanpa disadari.
Kelelahan fisik akibat aktivitas berat tanpa istirahat yang cukup turut memperparah risiko. Tidak hanya itu, konsumsi obat penenang maupun alkohol juga dapat mempermudah terjadinya microsleep. Kondisi ini bahkan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kelelahan pengemudi.
Terjadinya microsleep menjadi sinyal bahwa tubuh sudah kelelahan dan membutuhkan waktu istirahat secepatnya. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan istirahat sangatlah penting agar tubuh tetap fit dan sehat
Tanda Ketika Seseorang Mengalami Microsleep
Dikutip dari Alodokter, secara umum berikut beberapa ciri awal yang biasanya menandakan seseorang sedang mengalami microsleep.
Jika microsleep terjadi saat kamu sedang bersantai di rumah, kondisinya mungkin tidak terlalu berisiko. Namun, situasinya akan sangat berbahaya bila terjadi saat melakukan aktivitas seperti mengemudi.
Pada situasi tersebut, microsleep bisa sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Faktanya, sebagian besar kecelakaan lalu lintas fatal disebabkan oleh pengemudi yang tertidur sesaat akibat microsleep.
Jika kamu mulai merasakan salah satu dari tanda microsleep tersebut saat mengemudi, sebaiknya menepi dan beristirahatlah. Cari tempat aman seperti rest area untuk tidur sejenak sekitar 30 menit agar tubuh kembali segar dan pikiran fokus. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
