Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 00.06 WIB

Orang yang Tumbuh Tanpa Uang Menunjukkan 7 Perilaku Tak Sadar Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi

seseorang yang tumbuh tanpa banyak uang. (Freepik/pressfoto) - Image

seseorang yang tumbuh tanpa banyak uang. (Freepik/pressfoto)


JawaPos.com - Tidak semua orang tumbuh dengan kondisi finansial yang sama.  Ada yang sejak kecil terbiasa hidup berkecukupan, sementara sebagian lain merasakan kerasnya hidup tanpa banyak uang. 
 
Dalam psikologi, kondisi finansial masa kecil dapat membentuk pola pikir, emosi, bahkan kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. 
 
Menariknya, banyak perilaku itu muncul tanpa disadari—seakan menjadi respons otomatis atas pengalaman masa lalu.

Dilansir dari Expect Editor pada Jumat (3/10), bagi mereka yang tumbuh tanpa uang, ada tujuh perilaku khas yang sering terlihat saat dewasa. Mari kita bahas satu per satu.
 
Baca Juga: Pintu Kekayaan Terbuka! 8 Shio Ini Berpotensi Besar Menikmati Hidup Makmur dan Kaya Raya

1. Cenderung Overthinking soal Uang


Orang yang dibesarkan dalam keterbatasan sering kali punya hubungan emosional yang rumit dengan uang. 
 
Mereka bisa sangat khawatir ketika harus mengeluarkan biaya, bahkan untuk hal-hal penting. 
 
Perasaan takut kekurangan yang dulu nyata, kini muncul kembali dalam bentuk kecemasan berlebihan, meski kondisi keuangan sebenarnya sudah lebih baik.

2. Membeli Sesuatu sebagai Bentuk “Balas Dendam”


Masa kecil yang penuh keterbatasan membuat sebagian orang dewasa merasa harus memenuhi semua keinginan mereka sekarang. 
 
Misalnya, membeli barang bermerek atau liburan mewah, bukan karena benar-benar butuh, tapi sebagai cara untuk “membayar hutang” pada diri kecil yang dulu tidak mampu. 
 
Sayangnya, pola ini bisa berujung pada konsumsi berlebihan.
 
Baca Juga: Tiba-Tiba Kaya! 7 Shio Ini Diramal Akan Mendapat Keberuntungan dan Uang Kaget di Bulan Oktober 2025

3. Sulit Mempercayai Stabilitas Finansial


Meski sudah punya pekerjaan tetap atau penghasilan mapan, ada kecenderungan untuk merasa uang bisa hilang kapan saja. 
 
Inilah mengapa sebagian dari mereka selalu menyimpan cadangan berlebih, atau malah menolak mengambil risiko dalam investasi. 
 
Trauma masa kecil membuat rasa aman finansial sulit benar-benar tercapai.

4. Merasa Bersalah Saat Memanjakan Diri


Ketika seseorang tumbuh dalam keluarga yang harus menghitung setiap rupiah, mengeluarkan uang untuk kesenangan pribadi bisa menimbulkan rasa bersalah. 
 
Mereka terbiasa menempatkan kebutuhan dasar di atas segalanya, sehingga memberi hadiah pada diri sendiri—misalnya makan di restoran bagus atau membeli barang mahal—sering dianggap pemborosan.

5. Bekerja Terlalu Keras karena Takut Kekurangan


Psikologi menyebut fenomena ini sebagai scarcity mindset. Orang yang tumbuh miskin cenderung bekerja lebih keras, bukan hanya untuk berkembang, tapi karena takut kehilangan segalanya. 
 
Mereka sering sulit beristirahat, selalu merasa harus produktif, dan bahkan mengukur harga diri dari seberapa banyak uang yang dihasilkan.
Baca Juga: Rezeki, Kesuksesan, dan Kabar Bahagia Siap Menghampiri 7 Shio Ini di Bulan Oktober 2025, Cek Shiomu!

6. Hati-hati Berlebihan atau Justru Nekat dalam Mengelola Uang


Ada dua ekstrem yang muncul: sebagian menjadi sangat pelit karena takut kekurangan, sementara sebagian lain justru boros karena merasa hidup terlalu singkat untuk menabung. 
 
Kedua sikap ini berakar dari pengalaman masa lalu yang sama, hanya berbeda cara tubuh dan pikiran merespons ketidakpastian hidup.

7. Sulit Meminta atau Menerima Bantuan


Bagi mereka yang sejak kecil terbiasa menahan diri dan tidak ingin “merepotkan” orang lain, meminta bantuan keuangan saat dewasa bisa terasa memalukan. 
 
Bahkan menerima hadiah atau bantuan kecil pun bisa membuat canggung. 
 
Perasaan ini muncul dari keyakinan mendalam bahwa mereka harus bertahan sendiri.

Penutup: Dari Luka Menjadi Pelajaran


Tumbuh tanpa uang memang meninggalkan jejak psikologis yang panjang. 
 
Namun, perilaku-perilaku ini bukanlah kelemahan, melainkan cermin dari ketangguhan hidup. 
 
Menyadari pola bawah sadar ini adalah langkah awal untuk mengubahnya menjadi kekuatan. 
 
Dengan kesadaran, seseorang bisa belajar menyeimbangkan antara rasa aman dan keberanian mengambil peluang.

Pada akhirnya, masa lalu memang membentuk kita, tapi bukan berarti harus mengikat kita selamanya. 
 
Uang mungkin pernah menjadi sumber kekurangan, namun di tangan yang bijak, pengalaman itu bisa berubah menjadi motivasi untuk menciptakan masa depan yang lebih stabil dan sejahtera.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore