
Ilustrasi Seseorang Melakukan Kegiatan Thrifting Pakaian. (Freepik)
JawaPos.com – Kamu pernah nggak tiba‐tiba merasa dompet tipis tapi tetap aja terpancing buka aplikasi belanja? Atau tergoda promo besar, diskon menggiurkan, padahal barang baru saja dibeli minggu lalu?
Godaan belanja memang sering datang tiba-tiba, apalagi kalau lagi scroll e-commerce atau media sosial. Rasanya seperti ada yang kurang kalau nggak klik tombol “beli”.
Belanja pakaian sering kali menjadi kebutuhan sekaligus hiburan. Namun, tanpa strategi yang tepat, kegiatan ini dapat menimbulkan pemborosan dan berdampak negatif pada keuangan pribadi.
Sejumlah penelitian dan artikel internasional menunjukkan bahwa mengelola pola belanja tidak hanya berkaitan dengan uang, tetapi juga dengan psikologi dan gaya hidup berkelanjutan.
Menurut St. Mary’s Bank, perilaku belanja kerap dipengaruhi oleh emosi. Faktor seperti stres, kebosanan, atau kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan sosial dapat memicu keputusan membeli yang impulsif.
Hal ini terjadi karena proses belanja memicu pelepasan dopamin di otak, sehingga menimbulkan rasa senang sesaat. Namun, perasaan ini sering kali diikuti dengan penyesalan setelah menyadari pengeluaran berlebihan.
Strategi pengendalian emosi dalam belanja sangat penting. Salah satunya adalah memberikan jeda waktu sebelum membeli barang.
Artikel Vogue menekankan pentingnya “delay gratification”, ketika menemukan pakaian menarik atau diskon besar, sebaiknya menunggu satu hingga dua hari sebelum memutuskan membeli.
Dalam banyak kasus, keinginan tersebut mereda setelah dipikir ulang, terutama jika barang serupa sudah dimiliki. Selain itu, Vogue juga menyarankan otomatisasi tabungan, yaitu menyisihkan sebagian pendapatan secara langsung ke rekening tabungan sebelum dialokasikan untuk belanja, sehingga anggaran belanja menjadi lebih terkendali.
Selain mengelola psikologi belanja, strategi penghematan juga dapat dilakukan melalui thrifting atau membeli pakaian preloved. Panduan dari University of Colorado Boulder menekankan bahwa thrifting tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan.
Produksi pakaian baru membutuhkan sumber daya besar, misalnya ribuan galon air hanya untuk satu pasang jeans. Dengan memilih pakaian secondhand yang masih layak pakai, konsumen berkontribusi memperpanjang umur pakaian sekaligus mengurangi limbah tekstil.
Namun, thrifting juga memerlukan kehati-hatian. Aspek yang perlu diperhatikan antara lain kondisi kain, kualitas jahitan, serta kemungkinan biaya tambahan untuk perawatan atau perbaikan. Dengan memilih secara selektif, konsumen dapat menghindari risiko membeli pakaian murah yang justru tidak tahan lama.
Fenomena thrifting juga semakin populer di Indonesia. Menurut laporan Textile Focus, pasar pakaian bekas di Indonesia berkembang pesat seiring pertumbuhan populasi dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap harga yang lebih terjangkau serta nilai unik dari pakaian secondhand.
Pakaian bekas kini bukan hanya dianggap sebagai alternatif hemat, tetapi juga bagian dari tren gaya hidup yang berkelanjutan dan autentik. Namun demikian, penting untuk memperhatikan regulasi terkait impor pakaian bekas agar tidak terjerat pada produk ilegal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
