Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 18.37 WIB

5 Dampak Buruk Overthinking yang Jarang Disadari Menurut Psikologi, Nomor 4 Sering Dialami Tanpa Kita Sadari

Ilustrasi seseorang yang overthinking. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang overthinking. (Freepik)

JawaPos.com – Pernahkah kamu merasa capek sendiri karena terlalu banyak mikir hal-hal kecil sampai berlarut-larut? 

Kebiasaan ini dikenal dengan istilah overthinking, dan meski sering dianggap wajar, ternyata ada banyak dampak buruk overthinking yang jarang disadari.

Menurut psikologi, overthinking bukan sekadar “kebiasaan mikir terlalu banyak,” tapi sebuah pola pikir berulang yang bisa menguras energi mental, memicu stres, bahkan mengganggu kualitas hidup sehari-hari. 

Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa overthinking diam-diam merusak ketenangan pikiran, emosi, hingga kesehatan fisik mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 73% orang berusia 25–35 tahun mengalami overthinking secara kronis, dan kondisi ini terbukti berkaitan dengan meningkatnya tingkat kecemasan serta depresi menurut Amaha. 

Usia 25–35 dikenal sebagai masa produktif—di mana tuntutan karier, hubungan, dan masa depan sedang tinggi-tingginya—sehingga wajar jika kelompok usia ini lebih rentan terjebak dalam pola overthinking yang merugikan kesehatan mental.

Kalau selama ini kamu merasa sulit tidur karena kepikiran sesuatu, sering khawatir berlebihan, atau terus memutar ulang kejadian di kepala, mungkin kamu sedang mengalami salah satu efek dari overthinking. 

Mari kita bahas lebih dalam tentang 5 dampak buruk overthinking yang dilansir dari Houston Methodist dan Verywell Mind, supaya kamu lebih peka mengenali tanda-tandanya.

1. Sulit Fokus – Pikiran Terjebak pada Satu Hal Saja

Overthinking membuat otak Anda seperti kaset yang terus memutar hal yang sama. Akibatnya, sulit untuk memikirkan hal lain selain masalah tersebut. 

Kondisi ini tidak hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga membuat Anda kehilangan kesempatan untuk melihat solusi dari sudut pandang yang lebih luas.

2. Tidak Bisa Santai – Tubuh dan Pikiran Selalu Tegang

Banyak orang mengira hanya pikiran yang sibuk saat overthinking, padahal tubuh juga ikut terpengaruh. Anda menjadi sulit bersantai, bahkan ketika sedang beristirahat. 

Otot terasa kaku, jantung berdebar, hingga sulit tidur karena pikiran enggan berhenti bekerja.

3. Cemas yang Berkepanjangan – Selalu Merasa Ada yang Salah

Overthinking erat kaitannya dengan kecemasan. Pikiran yang terus berputar memunculkan rasa khawatir berlebihan, seolah-olah selalu ada ancaman atau masalah besar di depan mata. 

Jika dibiarkan, kecemasan ini bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore