Ilustrasi seorang perempuan sedang bermain gadget
JawaPos.com – Gadget kini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari bekerja, belajar, hingga hiburan, hampir semua aktivitas melibatkan gawai. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan ternyata membawa dampak serius bagi kesehatan mental, terutama jika tidak diatur dengan baik.
Menurut akun edukasi kesehatan mental @awuusome.id di TikTok, salah satu risiko terbesar dari pemakaian gadget berlebihan adalah meningkatnya kecemasan.
Informasi yang terus masuk tanpa henti membuat otak sulit beristirahat. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa gelisah, bahkan tanpa alasan jelas. “Kecemasan ini sering kali tidak disadari, karena dianggap bagian dari rutinitas sehari-hari,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh akun @algonova_indonesia. Ia menekankan bahwa terlalu lama menatap layar gadget bisa memicu stres kronis. Ketika otak tidak diberi jeda untuk istirahat, sistem saraf terus bekerja dalam mode “siaga.” Kondisi ini membuat tubuh memproduksi hormon kortisol berlebihan, yang dalam jangka panjang berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan membuat emosi lebih mudah meledak.
Tidak hanya stres dan cemas, gangguan tidur juga menjadi masalah besar. Akun @awuuwell.id dalam kontennya menyebutkan bahwa cahaya biru dari layar gadget dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang lebih sulit tidur nyenyak. Jika dibiarkan, insomnia bisa muncul dan membuat tubuh semakin lelah.
Lebih jauh lagi, psikolog Yuli Depth melalui akun @yuli.depth.ofc menjelaskan bahwa kecanduan gadget bisa menurunkan kualitas hubungan sosial. Banyak orang memilih menghabiskan waktu dengan ponsel daripada berinteraksi langsung dengan orang sekitar. “Kondisi ini lama-lama membuat seseorang merasa kesepian, meski sebenarnya mereka dikelilingi banyak orang,” ujarnya.
Dampak lain yang sering terabaikan adalah menurunnya konsentrasi. Video dari kanal YouTube Lab Parahita menjelaskan bahwa penggunaan gadget berlebihan membuat otak terbiasa berpindah fokus dengan cepat. Notifikasi, pesan masuk, dan konten media sosial memaksa otak bekerja multitasking. Padahal, multitasking dalam jangka panjang justru menurunkan kemampuan fokus. Ini sangat berbahaya bagi pelajar dan pekerja yang membutuhkan konsentrasi penuh.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Para pakar memberikan beberapa strategi sederhana untuk mengurangi dampak buruk gadget:
Tetapkan waktu layar (screen time). Membatasi durasi penggunaan gadget setiap hari dapat membantu otak lebih rileks. Misalnya, maksimal 2 jam untuk hiburan dan selebihnya digunakan sesuai kebutuhan.
Hindari gadget sebelum tidur. Matikan ponsel atau setidaknya aktifkan mode malam satu jam sebelum tidur. Hal ini membantu tubuh memproduksi melatonin secara optimal agar tidur lebih nyenyak.
Luangkan waktu tanpa gadget. Sediakan waktu khusus, seperti saat makan atau berkumpul bersama keluarga, untuk benar-benar lepas dari layar. Interaksi tatap muka akan meningkatkan ikatan emosional dan mengurangi rasa kesepian.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
