Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 September 2025, 14.43 WIB

Begini Cara Membuka Hati dan Merasakan Jatuh Cinta Menurut Psikologi, Cocok untukmu yang Takut Jatuh Cinta!

Begini Cara Membuka Hati dan Merasakan Jatuh Cinta Menurut Psikologi, Cocok untukmu yang Takut Jatuh Cinta!  (Eyüp Belen/Vecteezy) - Image

Begini Cara Membuka Hati dan Merasakan Jatuh Cinta Menurut Psikologi, Cocok untukmu yang Takut Jatuh Cinta! (Eyüp Belen/Vecteezy)

JawaPos.com - Apakah kamu pernah merasa tidak pernah benar-benar merasakan cinta? Jika iya, jangan khawatir, kamu tidak sendirian.

Banyak orang mengalami hal serupa, terutama jika sejak kecil mereka tumbuh dalam lingkungan yang minim kasih sayang. Ketika cinta terasa asing atau bahkan dianggap berbahaya, wajar saja jika kita sulit mengenalinya ketika sudah dewasa.

Namun kabar baiknya, cinta bukan hanya sekadar perasaan, melainkan juga sesuatu yang bisa dipelajari dan dilatih. Artinya, meski kita belum pernah benar-benar merasakannya, bukan berarti kita tidak bisa merasakannya sekarang.

Dalam penjelasan pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, menurut psikologi, pengalaman masa kecil yang penuh trauma bisa mengubah cara kita melihat dan merespons cinta. Misalnya, ketika pelukan jarang diberikan, atau kata “aku sayang kamu” hanya hadir dengan syarat tertentu, maka cinta bisa terasa seperti jebakan. 

Otak kita pun belajar untuk melindungi diri dengan menciptakan jarak emosional. Inilah sebabnya sebagian orang tumbuh dengan perasaan hampa atau sulit percaya pada kasih sayang. Namun, penting untuk dipahami bahwa yang dulu kita alami bukanlah cinta sejati, melainkan perjuangan untuk bertahan hidup. Dan kabar baiknya, kita sudah bertahan sampai di titik ini.

Lalu bagaimana cara mulai merasakan cinta? Jawabannya adalah sesederhana dengan memperhatikan momen-momen kecil yang sering terlewat. Cinta tidak selalu berbentuk besar atau dramatis. Kadang cinta hadir sesederhana teman yang menanyakan kabar, hewan peliharaan yang menunggu di depan pintu, atau bahkan diri kita sendiri yang memberi izin untuk beristirahat ketika lelah. 

Riset dari Dr. Barbara Frederickson, profesor terkemuka di bidang psikologi sosial dan neurosains, membuktikan bahwa momen kecil ini bisa membantu otak kita membangun kembali rasa percaya dan aman. Bahkan, tindakan sederhana seperti membuat secangkir teh untuk diri sendiri atau menuliskan rasa syukur saat matahari terbenam bisa menjadi bentuk cinta.

Jika terasa sulit, mulailah dengan “meminjam” cinta. Memang bagaimana maksudnya? Maksudnya, seperti menonton film dengan karakter yang saling menyayangi, membaca cerita tentang kasih sayang, atau mendengarkan lagu yang penuh kehangatan bisa memberi contoh nyata pada otak kita tentang bagaimana cinta seharusnya hadir. 

Lama-kelamaan, kita pun bisa belajar memberi dan menerima cinta dengan lebih tulus. Dan ingat, tidak masalah jika awalnya terasa canggung atau tidak natural. Justru dari latihan kecil seperti menerima pujian tanpa menolaknya, kita sedang membangun otot emosional yang baru.

Penutupnya, cinta bukan hanya sesuatu yang dirasakan, tetapi juga sesuatu yang diciptakan melalui tindakan. Tidak masalah jika kamu belum pernah benar-benar merasakannya, karena sekarang adalah saat yang tepat untuk belajar. Mulailah dari hal kecil, berikan kasih pada diri sendiri, dan biarkan perlahan rasa hangat itu tumbuh. Ingat, kamu layak dicintai, bahkan oleh dirimu sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore