
Ilustrasi waspada sunscreen kadaluwarsa (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang mengira sunscreen bisa dipakai terus selama belum habis. Padahal, sunscreen kadaluwarsa justru bisa kehilangan efektivitasnya dan bahkan membahayakan kulit.
Sunscreen yang sudah melewati masa berlaku tidak lagi mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB. Akibatnya, kulit lebih rentan mengalami sunburn, iritasi, bahkan penuaan dini.
Apakah sunscreen bisa kedaluwarsa?
Melansir dari laman Allure, sama seperti produk perawatan kulit lainnya, sunscreen juga punya masa kadaluwarsa.
Bedanya, kalau produk skincare lain biasanya dihitung sejak kemasan dibuka (PAO/Period After Opening), sunscreen lebih mudah dikenali.
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) menganggapnya sebagai obat, sehingga tanggal kadaluwarsa selalu tercantum di kemasan.
Umumnya, sunscreen memiliki masa simpan 2–3 tahun. Namun, paparan panas berlebih atau sinar matahari langsung bisa membuat kualitasnya menurun bahkan sebelum tanggal kadaluwarsa tercetak.
Jadi, kalau sunscreen sudah lama disimpan di mobil atau di dekat jendela kamar mandi, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.
Bahaya Menggunakan Sunscreen Kadaluwarsa
Menurut laman Cleveland Clinic, jika Anda memakai sunscreen yang sudah kadaluwarsa, kandungan aktif di dalamnya tidak lagi bekerja optimal.
Artinya, perlindungan terhadap sinar UV yang seharusnya ada dari sunscreen baru kemungkinan besar sudah hilang.
Akibatnya, kulit jadi lebih rentan mengalami sunburn (terbakar matahari), kerusakan kulit, hingga peningkatan risiko kanker kulit.
