Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 02.37 WIB

Doomscrolling Bisa Membuat Depresi? Mengenal Kecanduan Sosial Media, Dampaknya pada Mental, dan Strategi Efektif untuk Mengatasinya

Ilustrasi seseorang yang kecanduan sosial media. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang kecanduan sosial media. (Freepik)

JawaPos.com – Kecanduan sosial media adalah kondisi ketika seseorang sulit melepaskan diri dari media sosial, gadget, atau internet meskipun sudah mengganggu keseharian.

Tentu saja kemajuan teknologi membuat semua hal yang berbentu informasi dapat diraih dengan mudah. Tetapi hal ini dapat menjadi masalah pada fisik dan mental Anda.

Kemunculan beberapa terminologi baru yang berakar dari kecanduan media sosial menunjukkan betapa pentingnya masalah ini.

Saya akan coba berikan gambaran, Mungkin Anda pernah menunda-nunda hal yang penting karena terlalu asyik scrolling media sosial hingga berjam-jam lamanya. Anda sudah sadar harus berhenti, tetapi tetap menunda karena berpikir “Ah satu video lagi”. 

Teruntuk kalian yang kronis secara online, pastinya pernah mendengar terminologi untuk tindakan yang satu ini. Yap, betul doomscrolling

Seseorang yang kecanduan media sosial akan memprioritaskan tersambungnya gawai mereka pada internet. 

Hal ini tentunya dapat mengganggu karier dan hubungan dengan orang terkasih. Kecanduan ini juga dapat merambat ke masalah mental yang lain. 

Ingin tahu lebih dalam tentang kecanduan media sosial? Simak beberapa penjelasannya berikut ini. 

1. Ciri - Ciri Seseorang Dengan Kecanduan Media Sosial

Dilansir dari Better Health, seorang pengguna media sosial yang normal akan merasa baik-baik saja ketika tidak menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. 

Namun, seseorang yang sudah kecanduan memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat diidentifikasi sebagai berikut: 

  • Keharusan untuk online – Jika seseorang ingin menghibur diri, umumnya mereka akan melarikan diri dengan melakukan hobi. Tidak untuk pecandu media sosial. Mereka akan menggunakan media sosial untuk menghibur diri mereka dari situasi yang sulit. 

  • Perasaan gelisah – seorang pecandu media sosial akan merasa gelisah jika tidak online dan scrolling media sosial. 

  • Internet sebagai pertahanan – Ketika seorang pecandu dihadapi oleh situasi yang buruk, mereka akan menggunakan internet untuk memberikan rasa aman. 

  • Berlebihan dalam penggunaan – Pecandu media sosial cenderung menghabiskan waktu berlebihan di platform tersebut, yang dapat menyebabkan penundaan pekerjaan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore