Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 16.09 WIB

Ternyata Mood Bisa Mengubah Kulitmu! Ini 5 Dampak Suasana Hati pada Kesehatan Kulit

Ilustrasi seoarang wanita sedang mengernyit tanda suasana hati buruk (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa kulit tiba-tiba kusam atau berjerawat ketika sedang stres? Itu bukan kebetulan.

Kesehatan kulit sangat dipengaruhi oleh mood dan kondisi emosional kita sehari-hari. Kulit bisa menjadi cermin yang menunjukkan apa yang sedang terjadi di dalam tubuh dan pikiran.

Saat suasana hati sedang tenang dan bahagia, tubuh melepaskan hormon-hormon positif seperti endorfin dan serotonin yang membuat kulit tampak lebih cerah, halus, dan sehat.

Sebaliknya, ketika kamu merasa stres, cemas, atau marah, hormon kortisol bisa meningkat dan memicu masalah kulit seperti jerawat, iritasi, hingga penuaan dini.

Dilansir dari laman Woohoo Body, faktanya kulit memiliki sekitar 5 juta sel sensorik sehingga berperan besar dalam kesejahteraan fisik maupun emosional.

Tak heran jika sentuhan kulit, seperti antara ibu dan bayi, punya peran penting dalam ikatan emosional. Inilah yang kemudian melahirkan bidang ilmu psikodermatologi, yang meneliti keterkaitan erat antara kesehatan mental dan kesehatan kulit.

Menurut laman Everyday Health, berikut lima dampak suasana hati yang bisa mengubah kesehatan kulitmu.

  1. Stres Dapat Membuat Eksim, Rosacea, dan Kondisi Kulit Lainnya Lebih Sulit Dikendalikan

Stres bisa memperburuk kondisi kulit seperti eksim, rosacea, psoriasis, hingga jerawat. Saat tubuh tegang, hormon kortisol meningkat dan memicu reaksi “fight or flight”.

Kortisol ini dapat menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan produksi minyak berlebih pada kulit, serta memperparah peradangan. Itulah mengapa stres sering dikaitkan dengan jerawat yang lebih parah, gatal, hingga kambuhnya eksim.

Selain itu, stres juga bisa memicu rosacea, ditandai dengan wajah memerah dan timbul lesi inflamasi.

Menurut National Rosacea Society, hormon dan peptida yang dilepaskan sistem saraf saat stres dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga menimbulkan kemerahan dan sensasi terbakar.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan stres seperti teknik relaksasi bisa membantu mengurangi gejala.

  1. Kecemasan Dapat Memicu Kebiasaan Mengutak-atik Kulit

Beberapa orang cenderung mengutak-atik kulit mereka sebagai cara menghadapi kecemasan.

Menurut Mental Health America (MHA), kebiasaan ini dikenal sebagai chronic skin-picking, yang termasuk perilaku repetitif berfokus pada tubuh dan berhubungan dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore