Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2026 | 15.14 WIB

Jika Satu Momen Buruk Dapat Merusak Suasana Hati Anda, 8 Perubahan Pola Pikir Ini Akan Mengubah Segalanya Menurut Psikologi

seseorang yang suasananya hatinya rusak oleh satu momen buruk(Freepik/user3980505) - Image

seseorang yang suasananya hatinya rusak oleh satu momen buruk(Freepik/user3980505)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa hari yang sebenarnya berjalan cukup baik tiba-tiba “hancur” hanya karena satu kejadian kecil? Misalnya, komentar negatif dari seseorang, kesalahan sepele di tempat kerja, atau rencana yang tidak berjalan sesuai harapan. Tanpa disadari, satu momen buruk itu menyebar, memengaruhi suasana hati, produktivitas, bahkan cara Anda memandang diri sendiri.

Fenomena ini sangat umum dalam psikologi dan dikenal sebagai negativity bias—kecenderungan otak manusia untuk lebih fokus pada hal negatif dibandingkan hal positif. Namun kabar baiknya, pola pikir kita bisa dilatih. Dengan perubahan perspektif yang tepat, satu momen buruk tidak harus merusak seluruh hari Anda.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 perubahan pola pikir yang terbukti secara psikologis dapat membantu Anda mengambil kembali kendali atas emosi dan menjalani hidup dengan lebih seimbang.

1. Dari “Ini Hari yang Buruk” menjadi “Ini Hanya Momen yang Buruk”

Kesalahan terbesar yang sering kita lakukan adalah melakukan overgeneralization—menganggap satu kejadian mewakili keseluruhan hari.

Alih-alih berkata, “Hari ini buruk,” cobalah mengatakan, “Momen ini tidak menyenangkan.”
Perbedaan kecil ini memiliki dampak besar. Anda memberi batas pada emosi negatif, bukan membiarkannya menyebar ke seluruh pengalaman.

2. Dari “Kenapa Ini Terjadi Pada Saya?” menjadi “Apa yang Bisa Saya Pelajari?”

Ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi, reaksi alami adalah mempertanyakan nasib. Namun, pola pikir ini membuat Anda terjebak dalam posisi korban.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang berkembang adalah mereka yang mengadopsi growth mindset. Mereka melihat setiap kejadian—baik atau buruk—sebagai peluang belajar.

Tanyakan pada diri sendiri:

Apa yang bisa saya ambil dari situasi ini?
Apakah ada cara saya bisa merespons lebih baik lain kali?
3. Dari Reaksi Emosional menjadi Respons Sadar

Momen buruk sering kali memicu reaksi spontan—marah, kesal, atau frustrasi. Namun, ada perbedaan besar antara bereaksi dan merespons.

Ambil jeda sejenak. Tarik napas dalam.
Penelitian menunjukkan bahwa jeda singkat dapat membantu otak berpindah dari mode emosional ke mode rasional.

Respons sadar memberi Anda kendali. Reaksi impulsif justru sering memperburuk situasi.

4. Dari Fokus pada Masalah menjadi Fokus pada Solusi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore