Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 19.33 WIB

Bahaya Doomscrolling dan Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Arus Informasi Negatif

Ilustrasi doomscrolling (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Doomscrolling adalah kebiasaan menggulir media sosial secara intens untuk membaca berita buruk dan konten negatif yang dapat memberikan dampak serius pada kesehatan mental.

Kebiasaan ini menimbulkan peningkatan stres karena otak terus-menerus terpapar berita negatif, sehingga memicu peningkatan hormon stres kortisol yang membawa kondisi tubuh menjadi selalu siaga dan waspada meskipun tidak ada ancaman nyata.

Dampak jangka panjang dari doomscrolling adalah menurunnya kesejahteraan mental dan kepuasan hidup yang berhubungan erat dengan tingginya tingkat psychological distress, terutama di kalangan pengguna media sosial Gen Z di Indonesia.

Menurut penelitian di Universitas Airlangga, menyatakan bahwa semakin sering seseorang melakukan doomscrolling, maka semakin besar risiko stres psikologis dan penurunan kualitas hidup mental yang dialami.

Penelitian itu juga menunjukan hubungan erat antara doomscrolling dengan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan yang mengganggu kesejahteraan hidup. Selain itu, paparan terus-menerus terhadap berita buruk juga membuat kualitas tidur menurun sampai dengan mengalami insomnia.

Hal ini sejalan dengan penjelasan dari laman Alodokter yang menyatakan doomscrolling yang dapat memicu stres, kecemasan, dan isolasi sosial akibat paparan berita-berita negatif yang berlebihan, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup dan kesehatan mental secara umum.

Doomscrolling tidak hanya meningkatkan tingkat kecemasan dan stres, tetapi juga dapat memperburuk gangguan mental yang sudah ada. Pengguna media sosial yang terlalu banyak melakukan doomscrolling cenderung mengalami perasaan putus asa dan rendah diri, yang secara signifikan mengurangi kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup mereka.

Selain dampak psikologis, dorongan kompulsif untuk terus mengecek berita buruk ini menyebabkan kecanduan media sosial yang sulit dihentikan. Hal ini diperburuk oleh algoritma media sosial yang cenderung menampilkan konten negatif secara berulang, membuat pengguna sulit untuk lepas dari siklus doomscrolling.

Cara Mengatasi Doomscrolling

Cara menghadapi dampak buruk doomscrolling adalah dengan kesadaran diri untuk membatasi akses terhadap konten negatif dan mengganti waktu layar dengan aktivitas positif, seperti olahraga atau interaksi sosial fisik.

Platform media sosial pun diharapkan untuk bertanggung jawab dengan menyesuaikan algoritma agar tidak terus menampilkan berita-berita negatif yang berlebihan. Pengembangan fitur untuk tampilan berdasarkan waktu posting daripada konten algoritmik bisa menjadi solusi efektif. 

Menjaga kesehatan mental di era digital menuntut kita untuk selektif dalam mengonsumsi informasi serta membangun ekosistem digital yang sehat demi kesejahteraan bersama.

Dengan kesadaran kita bersama dan dukungan lingkungan, kita dapat menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan menjaga kesejahteraan mental generasi masa depan Indonesia. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore